Kisah Pencurian di Tengah Malam

CERPEN ALDI RIJANSAH

Gigi-gigi yang keseluruhannya putih tapi terdapat noda tanah. Seringai kepuasan muncul di wajahnya.

Berpaling ke si mayat, aku mengalami perasaan tercekik yang luar biasa. Wajah muda itubegitu kontras dengan mulut tanpa gigi yang masih tersangga. Yang paling mengganggu tentu saja adalah cairan merah kecoklatan yang masih terus mengalir dari setiap sudut tempat gigi-gigi tadi itu melekat.

“Seorang dokter gigi menawarkan harga yang tinggi untuk sepasang gigi geraham.” Ia berkata akhirnya. “Tentu saja aku mengambil gigi-gigi lainnya, siapa tahu nanti dibutuhkan. ”Hanya Tuhan saja yang tahu kenapa kejadian selanjutnya dapat terjadi, karena aku langsung menghantam Nam dengan sekop yang masih berada di tanganku.

Kuhantam kepalanya dengan keras dan ia segera tersungkur sambil memekik kesakitan, tapi aku tak berhenti di sana dan bagai orang kesurupan, kupukul ia lagi dengan menggila.

Bertubi-tubi tak henti hingga terdengar tengkoraknya remuk dan wajahnya hancur tak dikenali lagi bagai dihantam kereta api. ***

Aldi Rijansah, lahir di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Sehari-hari menonton film dan membaca buku. Saat ini sedang berkuliah di Prodi Kehutanan, Universitas Mataram.

Redaksi menerima cerpen. Tema bebas tidak SARA. Cerpen yang dikirim orisinal, hanya dikirim ke Cendana News, belum pernah tayang di media lain baik cetak, online atau buku. Kirim karya ke editorcendana@gmail.com. Karya yang akan ditayangkan dikonfirmasi terlebih dahulu. Jika lebih dari sebulan sejak pengiriman tak ada kabar, dipersilakan dikirim ke media lain.

Lihat juga...