26 November 1977, Presiden Soeharto resmikan pabrik pupuk Pusri IV Palembang

SABTU, 26 NOVEMBER 1977 Presiden Soeharto hari ini meresmikan pabrik pupuk Pusri IV di Palembang, Sumatera Selatan.

Dalam kata sambutannya, Kepala Negara antara lain mengatakan bahwa sejak pembangunan dilaksanakan hampir sepuluh tahun yang lalu, pembangunan pertanian dalam arti yang luas diberikan prioritas paling utama.

“Dengan menempuh jalan ini, kita berusaha agar bagian terbesar rakyat Indonesia yang terdiri dari berjuta-juta petani mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki tingkat hidupnya,” kata Presiden Soeharto.

Perbaikan penghasilan para petani ini pada gilirannya akan meningkatkan daya beli mereka dan dengan demikian mendorong perkembangan sektor lainnya. Dengan memberikan prioritas pada bidang pertanian itu, kita meningkatkan pula hasil-hasil produksi pertanian, yang merupakan sumber pangan utama, sumber devisa dan sumber bahan mentah untuk industri.

“Kita sadar, bahwa masyarakat maju tidak dapat lain adalah masyarakat dengan industri yang kuat,” jelas Kepala Negara.

Oleh karenanya, kata Presiden, seiring dengan pembangunan pertanian dalam arti luas tadi, maka secara bertahap kita kembangkan sektor industri. Dengan demikian maka secara bertahap dan sambung menyambung –setelah kita melaksanakan beberapa kali REPELITA– kita akan tiba pada tingkat dimana kita memiliki industri yang kokoh dengan dukungan pertanian yang kuat.

“Suatu keadaan yang akan dapat menjadi landasan bagi terwujudnya masyarakat adil dan makmur seperti yang kita cita-citakan,” kata Presiden Soeharto.

Kita semua merasa gembira, karena dengan selesainya pabrik ini produksi pupuk kita akan bertambah.

Dalam melaksanakan pembangunan, dengan usaha keras bersama-sama kita akan merasakan ketentraman dan kebahagiaan. Dan setelah kita bekerja hampir 10 tahun lamanya, maka kita sekarang ini mulai merasakan adanya kemajuan-kemajuan lahir maupun batin.

Lihat juga...