27 November 1984, Presiden Soeharto resmikan Tol Jakarta-Merak

SELASA, 27 NOVEMBER 1984 jam 10.00 pagi, Presiden dan Ibu Soeharto meresmikan jalan tol sepanjang 26,8 kilometer, yang merupakan bagian pertama jalan tol Jakarta-Merak.

Peresmian dilakukan dengan menandatangani prasasti jalan tol tersebut dan membayar tol sebesar Rp 2.700,- di gerbang tol desa Kadu, Tangerang Barat, Kabupaten Tangerang, untuk kendaraan, bis yang digunakan Presiden.

“Saya sudah membayar ya,” ujar Presiden kepada penjaga.

Peresmian tersebut dihadiri Ibu Tien Soeharto, Menko Ekuin Ali Wardhana, Menteri Perhubungan Roesmin Nurjadin, Menteri Pekerjaan Umum Ir. Suyono Sosrodarsono, Dubes Jepang Untuk RI Toshio Yamazaki, Gubernur DKI Jaya Soeprapto, dan Gubernur Jawa Barat Aang Kunaefi.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga melihat panel-panel pembangunan jalan tol tersebut yang dilanjutkan dengan peninjauan melalui bis sampai ke Tanggerang Barat dan kembali lagi ke Jakarta melalui jalan tol tersebut.

Menteri PU. Ir. Suyono Sosrodarsono dalam laporannya pada acara peresmian antara lain mengatakan, pembangunan jalan tol merupakan sebagian dari usaha besar pemerintah Orde Baru dalam Pelita I, II, III dan Pelita selanjutnya untuk membenahi arus lalu lintas barang dan manusia.

Selama ini, pemerintah juga telah menetapkan pembangunan jalan arteri dengan standar tinggi dan dikenakan pungutan, yang terdiri dari jalan arteri regional dan jalan arteri kota Jakarta yang terpadu.

Jaringan jalan arteri regional menurut Suyono, yaitu jalan arteri bebas hambatan Jakarta-Bogor-Ciawi yang menghubungkan Jakarta dengan daerah di Selatannya. Jalan ini telah digunakan sejak Maret 1978.

Selain itu, kini juga sedang dibangun jalan arteri Jakarta – Cikampek sepanjang 73 km sebagai bebas hambatan. Jalan ini menghubungkan Jakarta dengan daerah di Timurnya.

Lihat juga...