Airlangga ungkap dampak perubahan iklim di sektor ekonomi ASEAN

Admin

JAKARTA, Cendana News – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut perubahan iklim diperkirakan akan mengurangi PDB ASEAN sebesar 4-37 persen pada tahun 2050.

Menghadapi ancaman perubahan iklim itu pula, Airlangga menyatakan daya saing perdagangan di ASEAN akan menurun jika masih menerapkan ‘business as usual’.

Karenanya, Airlangga mengatakan menghadapi ancaman perubahan iklim itu perlu perlu kerja sama lintas sektor ASEAN seperti pertanian, energi dan transportasi.

“Kerja sama tersebut untuk memastikan semua inisiatif yang telah ada bisa berjalan efektif,” kata Airlangga dikutip dari infopublik, Kamis (10/11/2022).

Menurut Menko Airlangga, transisi menuju masa depan yang berkelanjutan adalah kunci kemakmuran, ketahanan, bahkan kelangsungan kawasan.

Dia mengatakan pula, bahwa isu-isu perubahan iklim akan mempengaruhi arah ekonomi kawasan di masa depan. Sehingga perlu langkah-langkah konkret yang mengarah pada rendah karbon.

Dia menjelaskan, bahwa agenda dekarbonisasi juga tidak hanya menjadi milik Pemerintah.

Tetapi, harus menjadi upaya bersama yang melibatkan sektor swasta, dan masyarakat yang paling terkena dampak perubahan iklim.

“Kita perlu mengarusutamakan agenda keberlanjutan di setiap lini kebijakan kita berdasarkan komitmen kita pada Perjanjian Paris dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs),” katanya.

Airlangga Hartarto menyampaikan hal itu saat memimpin delegasi RI dalam pertemuan Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di Phnom Penh, Kamboja, Rabu (9/11).

Pertemuan itu untuk memperkuat kesiapan ASEAN menghadapi ancaman dan membangun kapasitas ketahanan jangka panjang.