Kementerian KP terus pacu produksi Udang untuk ekpsor

Admin

JAKARTA, Cendana News – Volume produksi perikanan Indonesia menempati posisi kedua tertinggi di dunia pada 2020 setelah Tiongkok.

Volume produksi perikanan Indonesia pada tahun 2020 itu mencapai 14,8 juta ton.

Dari jumlah produksi perikanan Indonesia itu komoditas udang mendominasi.

Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, permintaan pasar udang global berada di nomor dua setelah salmon.

Dan, selama kurun  2015-2020 Indonesia berkontribusi terhadap pemenuhan pasar udang dunia sebesar 6,9 persen.

“Komoditas udang asal Indonesia juga sangat diminati pasar dunia,” kata Menteri Trenggono dikutip dari laman indonesia.go.id, Senin (7/11/2022).

Dia mengatakan, sepanjang tahun 2021 nilai ekspor udang Indonesia mencapai USD2,2 miliar atau tertinggi di antara komoditas perikanan lainnya.

Diapun kemudian berharap, komoditas budi daya udang bisa berkontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Sementara itu Dirjen Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), TB Haeru Rahayu mengungkapkan ihwal besarnya potensi komoditas perikanan.

Menurutnya, nilai ekspor produk perikanan Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat.

Sepanjang Januari-September 2022 Kementerian KP mencatat nilai ekspor perikanan mencapai USD4,61 miliar atau setara Rp71,8 triliun.

Nilai sebesar itu dengan asumsi kurs Rp15.596 per dolar Amerika Serikat.

Realisasi ekspor perikanan itu baru 64,65 persen dari target 2022 sebesar USD7,13 miliar.

Dia menjelaskan, komoditas utama penyumbang pencapaian ekspor tersebut meliputi udang, tuna-tongkol-cakalang, dan cumi sotong-gurita.

Kemudian, rumput laut, dan rajungan-kepiting, dengan dengan total nilai USD3,68 miliar atau tumbuh positif 14,48 persen year on year (yoy).

Lihat juga...