Produksi kedelai lokal terus didorong atasi ketergantungan impor

Admin

JAKARTA, Cendana News – Saat ini produksi kedelai dalam negeri hanya mampu menutupi tak sampai 10 persen dari total kebutuhan nasional tahun 2022.

Sementara itu pemerintah memproyeksikan produksi kedelai dalam negeri hanya sebesar 200.315 ton.

Sedangkan kebutuhan kedelai dalam negeri diperkirakan mencapai 2.983.511 ton pada tahun ini.

Artinya, produksi kedelai dalam negeri tahun ini diperkirakan hanya sekitar 6,8 persen dari kebutuhan nasional.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, pun mengakui keran impor kedelai perlu dibuka.

Dia mengungkapkan, bahw stok awal kedelai dari tahun 2021 sebesar 190.970 ton.

Menurutnya, jumlah itu jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan kedelai nasional.

Berdasarkan perhitungan data prognosa, kebutuhan impor kedelai pada tahun ini diperkirakan tembus 2.842.226 ton.

Dari segi kuantitas, impor kedelai akan menjadi impor terbesar dari komoditas-komoditas pangan strategis lainnya.

Namun, Mentan Syahrul menjamin produktivitas dan stok produk holtikultura seperti kedelai dan cabai hingga bawang merah terjaga hingga akhir 2022.

Dia mengatakan, untuk mengecek seperti apa neraca produktivitas yang ada, baik kedelai, cabai, dan bawang merah, secara umum sampai 2022 akhir Desember semua neraca produktivitas dan ketersediaan adalah cukup.

Sementara itu, pemerintah pusat terus mendorong pengembangan kedelai lokal untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri.

Pemerintah pun telah melakukan sejumlah upaya untuk meningkatkan produksi kedelai dalam negeri.

Salah satunya dengan menanam bibit varietas yang lebih unggul. Bahkan bila perlu penanaman menggunakan bibit produk rekayasa genetik atau genetically modified organism (GMO) maupun bibit impor.

Lihat juga...