7 Desember 1977, Presiden Soeharto resmikan jalan tembus Sentani-Genyem

RABU, 7 DESEMBER 1977, Presiden Soeharto berada di Irian Jaya untuk meresmikan jalan tembus Sentani-Genyem. Pembukaan jalan ini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat di daerah Irian Jaya, yang luas tanahnya merupakan seperlima dari luas tanah seluruh Indonesia.

Dalam kata sambutannya, Presiden Soeharto mengatakan, tujuan pembangunan Indonesia jangka panjang adalah mewujudkan masyarakat maju dan berkeadilan sosial berdasarkan Pancasila.

Marilah kita melihat, kata Kepala Negara, apa yang telah terjadi di bumi Irian Jaya. Kita memang tidak ingin mengorek-ngorek luka masa lampau yang sangat pedih. Kita tidak perlu terus menerus melempar kesalahan kepada orang lain. Tetapi ada satu kenyataan, bahwa selama 350 tahun di bawah penjajahan, Irian Jaya tetap terbelenggu dan tidak ada kemajuan sama sekali.

“Dan sekarang, hanya 14 tahun sesudah rakyat dan bumi ini kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi, maka kemajuan-kemajuan besar telah tercapai. Bukan hanya kemajuan kebendaan yang tampak mata seperti gedung-gedung dan sebagainya, melainkan juga kemajuan di lapangan pendidikan, kesenian, olah raga dan lapangan-lapangan sosial lainnya,” sebut Presiden Soeharto.

Kemajuan itu hari ini, sebut Kepala Negara, kita langkahkan lagi dengan peresmian jalan tembus ini. Kita Semua berharap agar dengan adanya jalan baru ini, ekonomi daerah ini akan cepat tumbuh dan kesejahteraan rakyat akan naik.

“Dengan luas tanah seperlima dari luas tanah seluruh Indonesia, maka Irian Jaya sungguh-sungguh mempunyai kemungkinan-kemungkinan besar di masa mendatang,” demikian Presiden Soeharto.

Lihat juga...