Tiga pasar di Bekasi tunggak kompensasi hingga Rp10 miliar

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI, Cendana News – Pengembang tiga pasar di Kota Bekasi yang dilakukan revitalisasi tercatat menunggak pembayaran kompensasi hingga mencapai Rp10 miliar lebih. Meliputi Pasar Kranji Baru, Pasar Jatiasih dan Bantargebang. 

“Pemerintah melalui Disperindag terus menagih pembayaran kompensasi (Pendapatan Asli Daerah) PAD pasar kepada pihak pengembang,” ungkap Romi Layan Sekretaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bekasi, usai rapat dengan komisi I, Senin (5/12/2022).

Ia menyebutkan, untuk pasar Bantargebang, mereka (pengembang) sudah mulai menyicil. Namun, saat ini pembangunannya sudah diberhentikan Pemkot Bekasi

“Saat ini sudah diberhentikan pembangunan pasar Bantargebang. Kalau yang lain sudah berjalan, termasuk pembangunan pasar Jatiasih,” kata Romi Payan.

Menurutnya, Pasar Jatiasih, pembangunan revitalisasi sudah 99 persen namun pihak kedua yang ditunjuk dalam pelaksanaan belum membayarkan kompensasi PAD ke Pemkot Bekasi sekira Rp1, 2 miliar.

Kewajiban pengembang Pasar Jatiasih jelasnya harus membayar konpensasi PAD sebelum pedagang dipindahkan.

“Pengembang sebenarnya sudah meminta diresmikan. Pemerintah tidak akan melimpahkan pengelolaan pasar, sebelum pegembang menyelesaikan pembayaran konpensasi,” tegasnya.

Seperti diketahui, Informasi yang dihimpun, tagihan kompensasi PAD selama dua tahun (2021-2022) pasar Kranji diperkirakan sebesar Rp 8,1 miliar, pasar Bantargebang sekitar Rp1,5 miliar dan pasar Jatiasih diperkirakan sebesar Rp1,2 miliar.

Lihat juga...