TPID nilai kenaikan harga pangan jelang Nataru di DIY masih wajar

Admin

YOGYAKARTA, Cendana News – Menyongsong Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru) harga kebutuhan bahan pangan di DI Yogyakarta mulai merangkak naik.

Namun kenaikan harga bahan pangan jelang Nataru ini dinilai masih wajar, karena juga terjadi di tingkat nasional. Bahkan, memicu inflasi.

Akibat kenaikan harga bahan pangan jelang Nataru ini tercatat pada minggu pertama Desember, inflasi naik dari 0,11 persen menjadi 0,32 persen.

“Itu karena kenaikan harga bahan bakar rumah tangga,” kata Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam (APSDA) Setda DIY, Yuna Pancawati, Rabu (9/12/2022).

Sementara itu untuk mencegah gejolak di masyarakat akibat kenaikan harga bahan pangan, Yuna mengatakan Pemda DIY telah melakukan berbagai upaya.

Berbagai upaya itu mulai dari operasi pasar, sidak di pasar-pasar tradisional maupun pasar modern, hingga kerja sama dengan daerah penghasil pangan untuk kelancaran pasokan.

“Selain itu juga gerakan menanam dan Gerakan Bantuan Tak Terduga (BTT) pangan,” katanya.

Sedangkan untuk mengantisipasi kenaikan inflasi, pihaknya memberikan bantuan transportasi ke distributor pengiriman atau ongkos kirim sebesar Rp2.000,00 per kilogram dari APBD DIY.

“Ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kenaikan harga dari tingkat distributor ke konsumen,” jelas Yuna.

Yuna Pancawati menyampaikan semua itu usai sidak ketersediaan beras bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah TPID DIY, terkait momentum Nataru.

Sidak dilakukan di sejumlah lumbung pangan dan di Gudang Beras UD Sri Rahayu, Pandak, Bantul, Rabu (9/12).

Dalam kesempatan itu, Kepala Badan Intelijen Daerah DIY sekaligus Pengawas Pangan DIY, Brigjen Pol Dr Andry Wibowo, mengatakan asosiasi atau distributor hasil pertanian sudah sangat baik dalam merespon hasil pertanian.

Lihat juga...