hut
Browsing Kategori: "Cerpen"

Cerpen

Cerpen menghimpun cerita pendek yang dikirimkan penulis lintas generasi untuk menambah warna dalam pemberitaan ringan seperti Ciuman Terakhir untuk Ibu

Riwayat Pohon Sawo

Kalimat bernada sama selalu diucapkan ibu. Ada tiga batang pohon sawo tumbuh di halaman. Ketiga pohon itu ditanam di tahun berbeda sesuai hari kematian anggota keluarga kami. Satu orang anggota keluarga kami tak tahu di mana berada.

Kang Bejo

Sebab, sejak tiga tahun lalu, Kang Bejo adalah anggota BPD (Badan Perwakilan Desa) di desa itu. Meski hanya lulus SMP, Kang Bejo tergolong orang yang pandai menempatkan diri, di manapun ia diposisikan.

Orang Suci

Terikat komitmen saling setia. Mendapati diri ini terjebak dalam sebuah kehidupan yang tidak kita inginkan. Kemudian merasa semuanya sudah telanjur, tak bisa diputar ulang seperti menyetel lagu atau film.

Mat Colak

Dia kerap memaksa orang-orang menyerahkan uang yang diistilahkannya sebagai pajak keamanan. Apabila menolak, maka lapaknya dihancurkan, dagangannya dijarah, dan jika berani melawan, dia pun tak segan main tangan.

Resep Rahasia Bitirah

Pagi itu,sebuah aromamenguar dari bakul anyaman yang selalu dipakaiBitirah. Pelepah pecel yang sangat menggiurkan telah tertampung penuh di dalam baskom. Tahu bumbu, menjes, semur cakalan, sawi, toge, kenikir, dan bayam bergumul dalam satu…

Foto di Rumah Bapak

Perasaan sakit hati itu selalu kulepas, walau tak semudah melepas sandal. Aku mencoba maklum. Bapak banting tulang menguliahkanku ke Medan dengan harapan aku pulang membawa gelar sarjana, bukan malah membawa seorang gadis pada tahun ketiga…

Weden Sawah

Batok kelapa bercaping yang digambar hidung, mata, mulut, dan telinga ditaruh paling atas. Beberapa botol kaleng bekas dikalungkan di leher dengan satu kalar panjang sampai dangau. Meski aneh, seram, dan terkesan wagu (norak), weden sawah…

Hama

Berderet sawah menghampar di sudut desa. Sungai mengalir dengan leluasa. Beberapa bendungan dibuat untuk pengairan. Tanaman-tanaman begitu segar dan sebagian sudah siap panen. Kau bisa melihat orang-orang membawa cangkul dan arit. Kau juga…

Lima Puluh Kematian

Ia melihat ke bawah. Sebegitu tinggi. Manusia seperti boneka-boneka kecil yang berjalan. Mobil-mobil yang terparkir di bawah sana, tampak seperti mobil-mobilan remote kontrol yang sering ia mainkan bersama teman-temannya semasa kecil.