Browsing Tag: "Iin Farliani"

Iin Farliani

Sembilan Puluh Sembilan Tikungan

Wirya memperhatikan laki-laki itu. Meski kali ini laki-laki itu tidak membuat Wirya sejenak menepi ke pinggir, meninggalkan patok-patok yang sedang disusunnya sebagai bakal sarang telur penyu, dia masih merasa terganggu dengan kehadirannya.

Tamu Asing

Hanya ada cahaya. Cahaya dari lilin yang besarnya seukuran lengan, berwarna putih, diletakkan di tengah meja, berkali-kali bergoyang dihembus angin.

Sepanjang Ingatan

DAHULU ia berpikir tidak akan lagi mengunjungi kota kelahirannya. Ia sudah merasa kerasan tinggal di perantauan. Tapi, akhirnya ia pulang juga. Sekarang ia termenung-menung seorang diri sambil berjalan di jalanan kotanya. Kota ini sudah…