Bawaslu Kota Bekasi Ingatkan Parpol, Kampanye Tidak Libatkan Anak

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bekasi, mengingatkan partai politik (Parpol) peserta pemilu legislatif dan pemilihan presiden tidak melibatkan warga negara yang tidak memiliki hak pilih dalam tahapan kampanye.

“Bawaslu Kota Bekasi sudah bersurat khusus ke masing-masing Parpol peserta Pemilu agar dalam kampanye tidak melibatkan anak,” tegas Ketua Bawaslu Kota Bekasi, Tommy Suswanto, Rabu (14/11/2018) malam.

Dikatakan, jika sampai terjadi kampanye dengan melibatkan anak-anak sanksinya pidana dengan ancaman 2 tahun penjara, sesuai dengan aturan PKPU 24, kaitan larangan melibatkan bukan peserta kampanye dan larangan ada ASN di dalam kampanye.

Untuk itu, ketentuannya setiap Parpol harus melaporkan tim kampanye, supaya jika terjadi pelanggaran dalam kampanye maka akan dilakukan tindakan. Ia menegaskan sanksi berlaku kepada penanggungjawab kampanye.

Menurut Tommy, sesuai aturan yang disebut bukan peserta kampanye dalam hal ini, adalah warga negara yang tidak memiliki hak pilih masuk dalam kategori anak-anak yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau yang belum berusia 17 tahun.

“Kalo mengacu versi Komisi Perlindungan Anak, umur 18 tahun masih kategori anak. Tetapi kita, mengacu pada aturan PKPU umur 17 tahun sudah memiliki hak pilih,” jelas Tommy usai rapat koordinasi untuk penertiban Alat Peraga Kampanye (APK).

Namun imbuhnya, meskipun warga negara yang belum berumur 17 tahun, tetapi sudah menikah maka dia sudah memiliki hak pilih.

Dalam melakukan tindakan Bawaslu akan melibatkan Sentra Gakumdu. “Bawaslu sifatnya, melakukan tindakan jika ada laporan dan temuan Bawaslu, jika pun memenuhi unsur pidana maka akan melibatkan Gakumdu,” tukas Tommy seraya mengatakan Gakumdu terdiri atas kepolisian, Kejaksaan dan Bawaslu sendiri.

Lebih lanjut dia mengatakan, untuk kampanye saat ini kampanye terbatas dengan kapasitas tidak lebih dari 1000 orang.

BawaslukampanyeKota BekasiParpol
Comments (0)
Add Comment