Perumahan Margahayu Bekasi Sukses Bangun Kampung Iklim

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

BEKASI — Memanfaatkan fasilitas umum (Fasum) milik Perumahan Margahayu Jaya, warga RW 20 Kelurahan Margahayu Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi sukses mengelolanya menjadi lahan hijau yang memberi nilai ekonomi.

Ketua RW 020 kelurahan Margahayu, Agus Suyanto. Foto: Muhammad Amin

Berkat kegigihan warga setempat, RW 020 bahkan pernah mendapat piagam penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI melalui Program Kampung Iklim (Proklim) di 2017 lalu.

Kampung iklim merupakan program pengendalian banjir, ketahanan pangan, pengendalian penyakit terkait iklim dan pengelolaan sampah, limbah padat dan dan cair, pengolahan dan pemanfaatan limbah cair, budidaya agro dan holtikultura, penghematan energi dan penggunaan energi baru.

“Kampung Iklim di RW.020 Kelurahan Margahyu berkembang berkat swadaya masyarakat. Ini dikelola atas kesadaran warga,” kata Ketua RW 020, Agus Suyanto, Rabu (14/11/2018).

Dikatakan, merintis penghijauan di lingkungan perumahan dimulai dari sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya penghijauan sebagai salah satu tempat resapan air. Setelah masyarakat sadar, secara swadaya mereka memberi dana untuk penghijauan lingkungan.

Untuk di Kampung Iklim, Kelurahan Margahayu, Fasum tidak hanya dimanfaatkan sebagai tanaman pepohonan dan bunga, tetapi juga ada sistem tanaman hidroponik dan kolam ikan untuk berternak.

Agus menambahkan, merintis sudah dilaksanakan sejak 2014, dan di 2017 mendapat piagam penghargaan. Syaratnya tidak mudah, selain penghijauan harus memiliki nilai ekonomi.

“RW 02, sejak 2017, sudah bisa mandiri. Melalui penghijauan dan menjual bunga hias untuk memberi dana operasional bagi pengelola taman hijau,” jelas Agus mengaku menggaji 10 pekerja.

Menurutnya, kebutuhan tanaman hias di Kota Bekasi cukup tinggi dan harganya masih menjanjikan dibanding tempat lain. Selain itu, saat pemerintah Kota Bekasi membutuhkan taman atau tanaman hias maka akan dikerjakan.

Di lingkungan RW 020, setiap rumah sudah ada pohon, dan warga yang akan menanam pohon yang datang pasti akan diberi.

“Tidak ada lahan kosong di lingkungan perumahan Margahayu saat ini. Semua sudah ditanam pohon dan bunga untuk penghijauan, bahkan pagar pun di sepanjang jalur perumahan sudah banyak terdapat pohon penghijauan,” tukasnya.

Lebih lanjut Agus, mengatakan, di proklim RW 020 Margahayu, juga memberdayakan warga perumahan untuk melakukan pembibitan yang diberi nilai harga di setiap satu polybag dibayar Rp.100, dan mereka bisa membuat 100 polybag dan mereka yang bekerja 15 orang ibu-ibu.

Dia berharap, Proklim di lingkungan RW 020, mampu menginspirasi RT/RW lain di Kota Bekasi. Agus menegaskan akan membantu secara gratis dan memberi pohon sesuai kebutuhan, jika ada lingkungan yang ingin membuat taman.

bekasiJabar
Comments (0)
Add Comment