Di Samiran, Tutut Soeharto Kenalkan Teknologi Biogas 

Editor: Koko Triarko

BOYOLALI – Siti Hardijanti Rukmana mengenalkan proses pembuatan biogas dari kotoran sapi, kepada petani di Desa Samiran, Kecamatan Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (28/2/2019).

“Kotoran sapi itu bisa diproses jadi biogas, yang  bisa digunakan untuk penerangan dan memasak. Air kencing sapi juga bisa dijadikan pestisida dan ampasnya untuk pupuk. Jadi, semuanya bermanfaat, tidak terbuang,” kata Putri Cendana yang karib disapa Tutut Soeharto.

Jika peternak sapi di Desa Samiran bisa mengembangkan proses biogas dari kotoran sapi, menurutnya, akan sangat bermanfaat, tidak hanya untuk penerangan di rumah, tapi juga untuk memasak.

“Samiran kan cuacanya dingin, biogas bisa untuk masak air. Air panasnya bisa untuk mandi. Kalau sukses, biogasnya diharapkan bisa diikuti daerah lain,” ujarnya.

Siti Hardijanti Rukmana (Tutut Soeharto) memperkenalkan pupuk organik berteknologi Nano saat kunjungan di Desa Samiran, Kecamatan Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (28/2/2019). -Fot : Ist/ Thowaf Z

Tutut Soeharto pun memperkenalkan Sri Wahyudi, ahli pertanian dan peternakan lulusan IPB. “Ibu Sri akan menjelaskan bagaimana beternak sapi, agar banyak susunya. Kotoran sapinya bisa diproses jadi biogas dan pupuk. Petani di Desa Samiran bisa semangat untuk belajar, agar ternaknya berlimpah,” ujarnya.

Pengelola Saung Berkarya, Sri Wahyuni mengatakan, untuk membantu sejahterakan warga Desa Samiran, pihaknya akan mengembangkan program pertanian terpadu ramah lingkungan berkelanjutan.

“Desa Samiran ini sudah menjadi Desa Mandiri Lestari. Nah, nanti ke depan kita jadikan Desa Mandiri pangan dan energi ramah lingkungan berkelanjutan,” ujarnya.

BerkaryaBiogasBoyolaliDesaJatengLestariMandiriNanoPupukSapisusuTutut Soeharto
Comments (0)
Add Comment