Didampingi Mahasiswa, Warga Desa Sogaan Kembangkan Usaha Kreatif

Editor: Mahadeva

JEMBER – Warga Desa Sogaan, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo mengembangkan berbagai usaha kreatif. Kegiatan tersebut hasil pendampingan dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Jember.

Hasil  kreativitas tersebut, dipamerkan pada Gebyar Bazaar Desa Sogaan, yang menampilkan produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dari desa setempat. Dalam kesempatan tersebut juga ditampilkan potensi dari sembilan desa lain yang ada di Kecamatan Pakuniran.

Beragam produk yang ditampilkan diantaranya, sirup La’ang dan sedotan bambu. Produk UMKM. Karya tersebut hasil pembinaan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik Desa Wirausaha dan Wisata, gelombang II tahun akademik 2018/2019.

Sirup La’ang produksi Desa Pakuniran – Foto Kusbandono

“Sirup La’ang ini adalah produk asli Desa Pakuniran, bahannya berasal dari air nira yang digunakan sebagai bahan baku gula aren. Bedanya kalau bahan gula aren dipanaskan hingga kental, maka sirup La’ang dipanaskan hanya sebentar hingga tidak mengkristal menjadi gula aren. Sirup La’ang bisa disajikan dalam kondisi hangat, khasiatnya untuk mengatasi capek-capek,” jelas Adelia Rahayu, salah satu inisiator sirup La’ang, kepada Cendana News, Jumat (9/8/2019).

Menurut mahasiswi Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik tersebut, awalnya sirup La’ang hanya disajikan di rumah-rumah warga. Keberadaanya sebagai minuman selepas bekerja. “Akhirnya timbul ide menjadikan sirup La’ang sebagai produk minuman yang diharapkan mampu menambah pendapatan warga Desa Pakuniran,” ujar Adelia.

Adelia bersama kawan-kawannya, kemudian mengemas sirup La’ang. Rencananya, produk andalan sirup La’ang, akan menjadi salah satu usaha Badan Usaha Desa (Bumdes) Desa Pakuniran. Lain lagi dengan Lipi Dahesti bersama kawan-kawan yang mengembangkan makanan ringan keripik kelapa krispi dengan merk Roemah Keripik. Camilan tersebut, diklaim sebagai keripik kelapa krispi pertama dari Probolinggo.

“Awalnya kami melihat banyak pohon kelapa di Desa Sumber Kembar tapi selama ini hanya dijual butiran saja, lantas terpikir untuk mengolah kelapa sebagai keripik dengan berbagai rasa agar harga jualnya meningkat. Untuk cara pengolahannya kami cari informasi sendiri dari berbagai sumber. Harapannya nanti makin berkembang tidak hanya ada keripik kelapa saja, tapi juga keripik dari bahan lainnya,” kata mahasiswi Fakultas Hukum tersebut.

Sementara itu Samprobo dan kawan-kawannya yang melakukan KKN di Desa Gunggungan Kidul, memilih memadupadankan produk lokal gula aren dengan kopi dan jahe. Mereka membuat bubuk kopi gula aren dan jahe gula aren siap minum.  “Kesulitannya pada bagaimana mencari formula yang pas, agar kopi gula aren dan jahe gula aren menjadi minuman yang nikmat. Untuk bahan kopi dan jahe juga adalah hasil pertanian warga Desa Gunggungan Kidul,” ulas Samprobo yang kuliah di Fakultas Teknologi Pertanian.

Produk berbeda ditampilkan mahasiswa KKN tematik di Desa Kertonegoro. Mereka membina para pengrajin sedotan bambu. “Saat ini marak gerakan mengurangi penggunaan plastik termasuk mengurangi penggunaan sedotan plastik. Jadi sedotan bambu produk warga Desa Kertonegoro punya potensi di pasarkan,” tandas Ersa Yani dari Fakultas MIPA.

Sebenarnya, keberadaan usaha sedotan bambu ini sudah ada cukup lama di Desa Kertonegoro, tapi belum dikemas dengan baik. Sehingga para mahasiswa mencoba memberikan kemasan eksklusif, lengkap dengan menambahkan pembersih sedotan bambu untuk memudahkan penggunanya.

Ersa dan kawan-kawannya mengemas sedotan bambu dalam kemasan dari kain. Setiap kemasan terdapat tiga sedotan bambu, dari ukuran kecil, sedang hingga besar. Setiap kemasan dijual seharga Rp15.000.

Ide kreatif mahasiswa Kampus Tegalboto dalam membina produk UMKM di sepuluh desa di Kecamatan Pakuniran, Probolinggo ini dipuji oleh Moh. Hasan, Rektor Universitas Jember. Menurutnya mahasiswa diharapkan dapat membantu memberikan solusi bagi warga desa dengan modal ilmu yang telah didapat di bangku kuliah.  “Jika perlu mahasiswa membantu sisi pemasaran produk-produk UMKM tadi, misalnya dengan memanfaatkan aplikasi jual beli online yang saat ini terbukti menjadi alternatif pemasaran yang efektif dan efisien,” harap Moh. Hasan.

desa sogaanJatimJemberKKNKKN TematikkreativUMKMUniversitas Jemberusaha kreatif
Comments (0)
Add Comment