Tutut Soeharto: YHK dan YDGRK Sejahterakan Masyarakat Indonesia

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – 23 Agustus 2019 menjadi hari yang sangat spesial bagi Yayasan Harapan Kita (YHK) dan Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan (YDGRK) yang didirikan Raden Ayu Siti Hartinah atau yang dikenal juga sebagai Ibu Tien Soeharto.

YHK yang didirikan 23 Agustus 1968 sekarang memasuki usia ke-51, sedangkan YDGRK lahir 23 Agustus 1986, memasuki usia ke-33.

Di usianya yang ke-51 ini YHK terus melaksanakan cita-cita melanjutkan membangun dan melaksanakan bakti untuk Indonesia.

Ketua Umum YHK, Siti Hardijanti Rukmana, dalam sambutannya menyampaikan, Ibu Tien sangat gigih dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

Dikatakan Mbak Tutut, sapaannya, Ibu Tien saat itu melihat bahwa bencana seolah menjadi bagian dari takdir kehidupan manusia. Bila datang musim kemarau, maka potensi kekeringan membesar, membawa peluang terjadinya paceklik, ujung-ujungnya meluas menjadi bencana kelaparan.

Jadi, manakala melihat penderitaan akibat sekian banyak bencana yang terjadi, seakan tak ada habisnya, Ibu Tien tak menyerah. Dalam keterbatasan langkah sebagai ibu rumah tangga, bahkan beliau maju berkiprah.

Ketua Umum YHK, Siti Hardijanti Rukmana, ketika memasuki gedung Granadi, Jumat (23/8/2019) – Foto: M. Fahrizal

“Pada hari ini, 51 tahun lalu almarhumah Ibu Tien mendirikan Yayasan Harapan Kita (YHK). Di hari ini pula, 33 tahun lalu, beliau mendirikan Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan (YDGRK). Tekad beliau tegas, jangan pernah kita dikalahkan oleh penderitaan tanpa berupaya melawannya sekuat tenaga,” ucap Mbak Tutut, di Ruang Paramita, Gedung Granadi, Jakarta,  Jumat (23/8/2019).

Dikatakan Mbak Yutut, setelah Ibu Tien wafat, nama Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan atas kesepakatan bersama pengurus ditambahkan dengan nama dirinya, menjadi Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan Siti Hartinah Soeharto.

“Kita para pengurus sepakat menambahkan untuk menghormati jasa beliau yang sudah berjuang dalam membantu masyarakat,” papar Mbak Tutut.

Tidak hanya itu, Mbak Tutut juga menceritakan bahwa Ibu Tien selain peduli dalam mensejahterakan masyarakat juga memiliki ide-ide dalam membangun bangsa Indonesia. Mahakarya brilian banyak lahir dari ide dan gagasan beliau.

Salah satu yang begitu fenomenal yakni Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang merupakan taman wisata termodern se-Asia Tenggara. Ibu Tien Soeharto pun berpesan agar TMII dikhususkan untuk dapat dinikmati masyarakat Indonesia.

“Pesan ibu, TMII tarifnya harus murah agar terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Amanat tersebut kita penuhi dengan menjadikan TMII sebagai wahana hiburan dengan biaya masuk murah bukan hanya se-Asia namun sedunia,” katanya lagi.

Mbak Tutut terakhir menghaturkan terima kasih kepada khalayak yang telah berkontribusi dalam kemajuan YHK dan YDGRK. Berbagai sumbangsih kedua yayasan ini diharapkan turut memberi kontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia.

gotong royonggranadiJakartaKekeringanPacekliksoehartotamanTMIITututYayasan
Comments (0)
Add Comment