Di Tengah Keterbatasan Ekonomi, Doa Keluarga Membawa Niklah Nurohman Meraih “Cum Laude”

Editor: Mahadeva

PURWOKERTO – Keterbatasan ekonomi tidak membuat Niklah Nurohmah patah semangat. Mahasiswi yang pernah harus merasakan bekerja serabutan dan menanam sayur untuk bertahan hidup tersebut, malah berhasil meraih predikan Cum Laude dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Sabtu (28/9/2019).

Pancaran keharuan tampak dari wajah Niklah, usai namanya dipanggil dan dinyatakan mendapat predikan Cum Laude. Langkah kakinya menuju panggung wisuda begitu ringan, namun menurut pengakuannya sebenarnya sekuat tenaga menahan air mata supaya tidak menetes. “Alhamdulillah sudah bisa lulus dan menjadi sarjana, karena untuk meraih gelar ini tidak mudah bagi saya, butuh perjuangan panjang, baik dari saya, maupun keluarga di rumah,” tuturnya, usai diwisuda.

Putri sulung dari pasangan Widhi Suweno dan Suyem patut berbangga, karena berbagai ujian berhasil dilalui. Ayahnya yang hanya seorang petani di desa, memiliki penghasilan yang sangat pas-pasan. Hingga Niklah pernah sampai beberapa bulan tidak mendapat kiriman uang.

Namun, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan tersebut, tetap mencoba bertahan. Ilmu yang diperolehnya dari jurusan Teknologi Tepat Guna, membuat Niklah berpikir untuk menyambung hidup dengan menanam aneka sayur di tempat kos.

Hasilnya, Dia bisa bertahan hidup dengan makan sayuran, bahkan tanpa lauk. “Hidup sederhana sudah biasa saya jalani di rumah bersama keluarga, sehingga ketika harus makan sayur saja dari hasil kebun, bagi saya tidak masalah,” kata anak sulung dari empat bersaudara tersebut. Tidak hanya harus makan seadanya, Niklah juga harus bekerja paruh waktu sebagai penjual tiket. Ia juga aktif mengirimkan tulisan ke beberapa media, untuk sekedar mendapatkan honor guna menyambung kuliah.

Kerja keras Niklah kini berbuah manis, ia berhasil menuntaskan studi Strata Satu (S1) dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,64. Terkait keberhasilannya ini, Niklah mengungkapkan, kekuatan doa yang menjadi rahasinya. Doa dari ke-dua orang tua, adik-adiknya, serta tekad Niklah untuk menuntaskan pendidikan, yang menjadi pendorong keberhasilan tersebut. “Sekarang tugas saya adalah secepatnya berusaha untuk mendapatkan penghasilan, serta membimbing adik-adik dan membantu biaya pendidikannya sebisa mungkin,” tandasnya.

Latar belakang keluarga sederhana yang seringkali hanya makan dengan lauk daun singkong dari hasil kebun, justru berhasil membangun mental tangguh dalam diri Niklah.

Banyumascum laudeJatengmahasiswaPurwokertoStasiun PurwokertoUMPwisuda
Comments (0)
Add Comment