Keluarga Cendana Gelar Haul ke-12 Pak Harto

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Keluarga Cendana menggelar haul ke 12 Presiden kedua RI, Jenderal Besar HM Soeharto, dengan mengirim doa Surat Yasin dan tahlin.

Lantunan doa bersama menggema di ruangan kaca rumah almarhum Pak Harto di Jalan Cendana No. 8, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (17/9/2019) malam.

Suasana saat doa surat Yasin dan tahlil dilantunkan pada haul ke 12 Pak Harto di Jalan Cendana No. 8, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (17/9/2019) malam. Foto: Sri Sugiarti

Pak Harto, wafat pada usia 87 tahun, tanggal 27 Januari 2008, bertepatan dengan tanggal 18 Muharram 1429 Hijriyah.

Putra dan putri almarhum, yaitu Siti Hardijanti Rukmana atau Tutut Soeharto, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto dan Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto, beserta Muhammad Ali Reza, mantan wakil Presiden RI Tri Sutrisno dan kerabat serta undangan, terlihat khusus mendoakan almarhum Pak Harto.

Imam Masjid Agung At-Tin, ustaz Mustaqfirin, memimpin salat Magrib dan Isya berjamaah, yang dilanjutkan dengan tahlil dan doa bersama.

“Momentum haul ini secara khusus kita mendoakan almarhum Pak Harto. Dan menjadi sebuah kewajiban kita sebagai anak bangsa untuk mendoakan almarhum Pak Harto semoga ditempatkan di surga oleh Allah SWT,” kata ustaz Mustaqfirin kepada Cendana News.

Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) melantunkan doa untuk ayah tercinta almarhum Pak Harto pada haul ke 12 di Jalan Cendana No. 8, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (17/9/2019) malam. Foto: Istimewa/Koni

Dalam momentum haul ini, jelasnya, seperti disampaikan dalam hadis Nabi yaitu ‘Sebutlah kebaikan-kebaikan orang-orang yang sudah meninggal di antara kalian’.

“Pak Harto telah berbuat banyak untuk negara ini. Bagaimana Beliau mengubah bangsa ini menjadi berkembang pesat dari aspek pembangunan. Saya rasa ini sesuatu yang besar hingga Pak Harto dinobatkan sebagai Bapak Pembangunan,” ujarnya.

Secara umum, menurutnya,  lantunan doa bersama ini dihaturkan untuk kemajuan bangsa Indonesia. Semoga Allah SWT memberikan keberkahan serta arahan yang benar sehingga bangsa ini bisa bangkit.

“Dan semua warga negara bisa menikmati perjalanan bangsa ini dengan nyaman, tenteram, dan aman,” tukasnya.

Haul ini menurutnya, menjadi sesuatu yang rutin setiap tahun digelar oleh Keluarga Cendana. Baik itu haul Ibu Tien Soeharto maupun Pak Harto.

Keluarga besar Cendana, kerabat dan sahabat selalu berkumpul di rumah ini untuk mendoakan secara khusus kepada almarhum Pak Harto dan almarhumah Ibu Tien Soeharto.

“Semoga senantiasa Allah SWT melindungi putra-putri almarhum Pak Harto,” ujar Ustaz Murstaqfirin.

Dia berharap agar mereka bisa melanjutkan dan meneruskan kebaikan Pak Harto dan Ibu Tien Soeharto untuk bangsa ini. Sehingga terus bisa berkesinambungan.

Itulah menurutnya, yang diharapkan orangtua dari anak-anaknya. Dan sebagaimana yang tersirat dalam hadis bahwa salah satu diantara tiga hal atau ketika seseorang telah meninggal dunia, maka ketiga hal tersebut tidak terputus.

Yang pertama adalah sedekah jariyah. “Masjid Agung At Tin merupakan sedekah jariyah Pak Harto. Masjid ini sangat besar manfaatnya bagi umat muslim,” ujarnya.

Kedua, yaitu ilmu yang bermanfaat. “Saya rasa, Pak Harto mengajarkan banyak ilmu tentang kehidupan dan kebangsaan, bagaimana mengurus negara ini. Itu adalah ilmu yang diajarkan kepada generasi penerus,” ungkapnya.

Adapun ketiga adalah anak-anak yang saleh dan salehah yang senantiasa mendoakan  orang tuanya yang sudah meninggal.

“Haul yang digelar ini merupakan bagian dari upaya putra-putri Beliau untuk menghimpun kekuatan doa bersama, dan kita ikut terlibat di dalam rangkaian memanjatkan doa untuk almarhum Pak Harto dan Ibu Tien Soeharto,” tegasnya.

Presiden Soeharto dimakamkan di Astana Giribangun, Karanganyar, Jawa Tengah. Makamnya berdampingan dengan istri tercinta, Raden Ayu Fatimah Siti Hartinah atau Tien Soeharto.

amalAstanacendanaGiribangunhaulJakartajariyahkeluargapresidensoehartoTitiekTutut
Comments (0)
Add Comment