Bantuan ‘Modal Kita’, Harapan Baru Warga Desa Cilongok

Editor: Koko Triarko

BANYUMAS – Keberadaan Koperasi Utama Sejahtera Mandiri di Desa/Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, menjadi harapan baru untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saat ini, ratusan warga desa tersebut tengah menunggu realisasi dari pinjaman modal yang akan disalurkan melalui program Modal Kita dari Yayasan Damandiri.

Manajer Modal Kita di Koperasi Utama Sejahtera, Nur Aini Dian Lestari, mengatakan, dahulu program modal usaha tersebut bernama Tabur Puja, tetapi sekarang berubah menjadi Modal Kita. Pihaknya sudah mensosialisasikan kepada warga tentang program ini sejak April 2019, lalu. Namun, masih ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi.

“Syaratnya antara lain, koperasi kita harus berbadan hukum terlebih dahulu, dan proses kepengurusan badan hukum baru selesai pada Juli 2019. Selanjutnya, ada syarat lain juga, yaitu harus mempunyai giro untuk tempat pencairan dana dan baru selesai kita urus,” terang Nur Aini, Kamis (3/10/2019).

Sekarang ini, pihak koperasi sedang melakukan seleksi terhadap nama-nama yang akan menerima bantuan Modal Kita. Sejauh ini, sudah ada 121 calon anggota yang akan mendapatkan bantuan Modal Kita. Namun, masih perlu dilakukan seleksi lagi.

Manajer Modal Kita di Koperasi Utama Sejahtera, Nur Aini Dian Lestari, menjelaskan tentang program Modal Kita, Kamis (3/10/2019) -Foto: Hermiana E. Effendi

“Seleksinya macam-macam, syarat utama penerima bantuan harus dari kalangan keluarga prasejahtera, kemudian seleksi selanjutnya tentang jenis usaha, karakter orangnya dan lain-lain,” jelasnya.

Masing-masing warga akan menerima modal bantuan usaha sebesar Rp2 juta. Bantuan tersebut akan dicairkan secara berkelompok, sehingga untuk angsuran bulanannya menjadi tanggung jawab bersama kelompok tersebut.

Bagi warga yang sudah memiliki usaha, bantuan modal akan diberikan dalam bentuk uang tunai. Namun, bagi warga yang belum memiliki usaha, pihak koperasi akan memberikan bantuan berupa barang yang dibutuhkan untuk memulai usaha. Selanjutnya, sisa uang baru diberikan secara tunai kepada penerima.

Langkah ini ditempuh, mengingat masyarakat Desa Cilongok banyak yang terjerat utang kepada rentenir (bank plecit) yang berkeliling desa setiap hari. Sehingga, pihak koperasi perlu memastikan jika bantuan tersebut benar-benar dipergunakan untuk modal usaha dan bukan untuk keperluan lain.

“Tujuan dari bantuan Modal Kita ini adalah untuk meningkatkan usaha kecil pada keluarga prasejahtera, sehingga penggunaan uangnya harus untuk usaha,” tegas Nur Aini.

Jika pada tahap bantuan pertama, kelompok tersebut bisa menyelesaikan angsuran pinjaman secara tepat waktu, maka dibuka kesempatan untuk mengajukan pinjaman ke dua dengan plafon yang lebih besar.

Salah satu warga Desa Cilongok, Aminah, mengaku sangat berharap bisa mendapatkan bantuan dari yayasan yang didirikan oleh Presiden ke-2 RI, HM Soeharto, tersebut. Selama ini, Aminah berjualan jajanan tradisional yang dititipkan ke warung-warung di sekitar rumahnya.

Jika mendapat bantuan modal, Aminah ingin memperbesar usahanya dengan memperbanyak produksi jajanan tradisionalnya, dan memperbanyak pelanggannya.

“Usaha saya ini jadi penopang hidup keluarga, karena suami saya sudah tua dan tidak kuat bekerja lagi. Sehingga bantuan modal dari Yayasan Damandiri ini akan sangat membantu ekonomi keluarga saya,” harapnya.

BanyumasCilongokJatengKitaKoperasiModal
Comments (0)
Add Comment