Bea Cukai Denpasar Musnahkan 331.801 Barang Ilegal

Editor: Koko Triarko

DENPASAR – Bea Cukai Denpasar memusnahkan 331.801 barang bukti ilegal dari hasil penindakan Januari hingga Agustus 2019, dengan cara dibakar, dipotong, pecah, dituang, sehingga menghilangkan fungsi awalnya.

Kepala Kantor Bea Cukai Denpasar, Abdul Kharis, mengatakan, barang-barang yang dimusnahkan merupakan barang yang melanggar administrasi kepabeanan, seperti barang kena cukai yang dijual dilekati pita cukai palsu, giat operasi pasar, barang kiriman dari luar negeri yang termasuk dalam kategori barang larangan, pembatasan yang tidak bayar cukai.

Kharis merinci, barang yang dimusnahkan terdiri 627 botol minuman beralkohol, 328.908 batang rokok, 157 botol cairan vape, 741 unit alat kesehatan, 1.369 unit alat kosmetik, 4.246 produk lain berupa pakaian, peralatan dapur, ponsel, sex toy dan sebagainya.

Kepala Kantor Bea Cukai Denpasar, Abdul Kharis (kanan), di sela pemusnahan barang bukti ilegal sebanyak 331.801 senilai Rp1,76 miliar di Kantor Beacukai Denpasar, Rabu (13/11/2019). –Foto: Sultan Anshori

“Hari ini kita musnahkan barang sitaan yang kami perkirakan nilai barang ini mencapai Rp1,76 miliar, dan total kerugian negara mencapai Rp 1,37 miliar,” ujarnya, saat ditemui di sela kegiatan pemusnahan barang bukti di kantor Bea Cukai Denpasar, Rabu (13/11/2019).

Kharis menambahkan, dari 331.801 unit barang dimusnahkan, beberapa di antaranya ada 47 unit sex toy yang dipesan secara online dari Cina. Barang ini disita saat petugas melakukan pemeriksaan barang kiriman dari luar negeri melalui mesin x-ray.

Dia menyebut, penyitaan barang sex toy ini karena masuk dalam kategori barang yang dilarang untuk diimpor.

“Hal tersebut sesuai ketentuan UU No. 44 tahun 2008 tentang pornografi, KUHP Pasal 282, dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 3S/MDAG/ER/3/2012 tentang Ketentuan Impor Mesin, Peralatan Mesin, Bahan Baku, dan Cakram Optik,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Penindakan dan Penyidikan Kantor Wilayah DJBC Bali, NTB dan NTT, Sutikno, menyampaikan, pihaknya terus melakukan pengawasan secara ketat di sejumlah akses pintu masuk ke Bali, seperti Bandara Ngurah Rai, Pelabuhan Gilimanuk maupun Padang Bai, guna mencegah masuknya barang-barang ilegal.

Bahkan, demi optimalisasi pengawasan, pihaknya tidak segan-segan melakukan pemeriksaan satu per satu barang bawaan penumpang maupun paket kiriman dengan menggunakan x-ray. Jika kedapatan barang yang tidak sesuai ketentuan atau melarang beredar di Indonesia, pihaknya tidak segan-segan untuk melakukan tindakan berupa penyitaan barang.

“Kami juga melakukan koordinasi dengan aparat TNI Polri serta pemda setempat, untuk meminalisir upaya peredaran barang ilegal di Bali, khususnya di Denpasar,” tutupnya.

BaliBeacukaidenpasarIlegal
Comments (0)
Add Comment