Denpasar Kini Memiliki Fasilitas Kebugaran untuk Lansia

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

DENPASAR – Kota Denpasar kini memiliki pusat kreativitas dan kebugaran lansia pertama di Indonesia. Pusat kebugaran yang merupakan kerjasama Hovi Club Finlandia ini memiliki fasilitas seperti kursi relaksasi, ruang karaoke, dance club dan sensory room.

Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, menyambut positif kehadiran pusat kebugaran lansia ini. Ia berharap, ke depan lebih banyak lagi muncul tempat-tempat sejenis yang mewadahi para lansia.

Menurut Wagub yang akrab disapa Cok Ace ini, keberadaan lansia membutuhkan perhatian serius sejalan dengan peningkatan jumlahnya. Hal tersebut merupakan salah satu dampak dari keberhasilan pembangunan kesehatan yaitu peningkatan usia harapan hidup masyarakat.

Berdasarkan data Riskesdas 2007, usia harapan hidup di Indonesia meningkat dari 68,6 tahun pada tahun 2004 menjadi 70,6 tahun pada tahun 2010. Sementara pada tahun 2014 meningkat lagi menjadi 72 tahun.

“Kondisi tersebut mengakibatkan terjadinya peningkatan jumlah penduduk lansia. Menurut hasil sensus penduduk tahun 2010 jumlah penduduk lanjut usia Indonesia adalah 18,04 juta jiwa atau 7,6% dari total jumlah penduduk,” ujar Cok Ace, Jumat (8/11/2019).

Wagub Cok Ace menegaskan, salah satu persoalan yang dialami lansia adalah rasa kesepian karena putra putri mereka sibuk mencari nafkah. Oleh sebab itu, ia menilai keberadaan pusat kebugaran dan kreativitas seperti ini sangat dibutuhkan khususnya bagi lansia di perkotaan.

“Di tempat ini, para lansia bisa bertemu dengan rekan seusia mereka dan melaksanakan aktivitas sesuai kegemaran mereka,” ucapnya. Lebih dari itu, pihak keluarga akan merasa tenang bila orang tua mereka sudah berada di tempat yang memberi rasa nyaman.

Dia menambahkan, keberadaan pusat kebugaran dan kreativitas akan membuat lansia lebih mandiri. Ia berharap, pelayanan yang ada dapat mengakomodir kebutuhan dan memberikan ruang bagi lanjut usia untuk dapat mengembangkan keterampilan dan kemampuan diri sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup mereka.

Sementara itu, Komisaris RS Kasih Ibu, Krishna Weda Duarsa, menyampaikan, masalah umum yang dihadapi para lansia adalah kesepian. Hal itulah yang mendorongnya membangun sebuah pusat kebugaran dan kreativitas khusus bagi para lansia.

“Melalui berbagai fasilitas yang ditawarkan, kami ingin mengajak para lansia di Bali agar lebih aktif,” tutupnya.

BalidenpasarkebugaranLansia
Comments (0)
Add Comment