‘Meratengan Ring Pasar’, Ajang Juru Masak Unjuk Gigi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

DENPASAR – Kegiatan Cooking Competition bertajuk “Meratengan Ring Pasar” yang diselenggarakan oleh Pemkot Denpasar melalui Dinas Pariwisata Kota Denpasar bersinergi dengan Artha Dyan International College dan ICA resmi dibuka Walikota Denpasar, IB. Rai Dharmawijaya Mantra,  ditandai dengan pemukulan alat memasak, di Area Parkir Pasar Badung, Sabtu (23/11/2019).

Wali Kota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, mengatakan, sesuai dengan tema acara yang diusung yaitu ‘Meratengan Ring Pasar’ artinya Memasak di Pasar, merupakan tantangan tersendiri bagi para chef muda.

Wali Kota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, saat dijumpai di lokasi acara, Sabtu (23/11/2019). -Foto: Sultan Anshori.

Mereka ditantang untuk fokus memasak dan membeli langsung bahan masakan di pasar yang akan dibuat dalam kompetisi ini. Masakan yang harus dimasak tetap masakan lokal kuliner Bali yang harus disajikan secara internasional.

Lebih lanjut disampaikan bahwa anak-anak muda yang kreatif harus didukung, terlebih ini terkait dengan kuliner Bali yang memang harus dijaga resep warisannya.

“Bumbu Bali punya ciri khas tersendiri, dengan cita rasa yang unik, jika berhasil dikemas dengan baik tanpa menghilangkan ciri khasnya, tentu menjadi nilai lebih,” ujar Rai Mantra saat ditemui.

Sementara Kadis Pariwisata Kota Denpasar, MA Dezire Mulyani, menegaskan, kegiatan ini bertujuan untuk mengajak generasi muda mengembangkan kemampuan dalam kuliner sekaligus mempromosikan daya tarik wisata yang ada di Denpasar yaitu Pasar Badung dan area sekitarnya.

Kegiatan ini dikemas sangat unik dan menarik. Peserta dari 10 tim yang masing-masing tim terdiri dari 3 orang peserta dari tingkat siswa-siswi SMK diberikan waktu 1,5 jam untuk memasak dan membeli bahannya dengan budget 250 ribu rupiah. Pembelian di Pasar Badung untuk selanjutnya dinilai oleh juri.

Salah satu dewan juri, Chef Ketut Suastika, menyatakan, bahwa kompetisi ini adalah kesempatan para chef muda khususnya para siswa-siswi SMK untuk mengasah kemampuan dalam mengolah bahan makanan dengan bumbu khas Bali secara kreatif dan berinovasi.

“Selain rasa dan kreativitas yang dinilai di sini juga tingkat kebersihannya, serta tingkat ketradisionalan masakannya dan kerja tim. Karena itu juga menjadi standarisasi penting bagi seorang chef,” ungkapnya.

Sementara itu salah satu peserta lomba, Yunita Indriani dari SMK Duta Bangsa, mengatakan, sangat senang bisa mengikuti acara ini dan tertantang karena selain memasak juga harus langsung berbelanja membeli bahan masakan dengan budget belanja secukupnya. Serta menawar bahan-bahan masakan di pasar dengan waktu yang tepat.

“Acara ini sangat positif dan memberikan kesempatan kepada para chef pemula untuk melatih skill, tingkat kesabaran, ketepatan waktu, rasa, dan penyajian masakan yang indah dalam waktu singkat,” tandasnya.

BalilokalmakananPasar
Comments (0)
Add Comment