KP2C Ingatkan Bupati Bogor Bangun Waduk di Cileungsi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BOGOR – Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C) mengingatkan janji Bupati Kabupaten Bogor, Jawa Barat, untuk membangun waduk di wilayah Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi.

“KP2C hanya mengingatkan bahwa bupati pernah menjanjikan untuk membangun waduk di wilayah Desa Dayeuh salah satu hulu sungai Cileungsi guna penanggulangan bencana banjir di wilayah aliran sungai,” ungkap Puarman, ditemui Cendana News di depan kantor Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Rabu (4/12/2019).

Waduk tersebut dimaksud sebagai upaya pencegahan banjir di wilayah Desa Bojong Kulur, jika di hulu Sungai Cileungsi dibangun waduk baru. Jika hal tersebut tidak dilaksanakan maka upaya apa pun percuma dan banjir akan tetap terjadi di lima wilayah.

Menurutnya setiap memasuki musim hujan di Desa Bojong Kulur, Gunung Putri seperti wilayah Villa Nusa Indah akan terus terjadi banjir. Sampai sekarang belum ada penanganan maksimal.

Dikatakan sebelumnya bahwa KP2C susah mengajukan empat pilihan dalam penanggulangan atau pencegahan banjir yang kerap melanda wilayah Villa Nusa Indah di Bojong Kulur dan beberapa kompleks lainnya jika musim hujan tiba.

Pencegahan yang diajukan meliputi, normalisasi sungai karena sungai Cileungsi terakhir kali dikeruk pada tahun 1976, kedua pembangunan tanggul permanen, mengingat beberapa tanggul di wilayah Bojong Kulur yang ada sudah keropos.

Solusi ketiga cek DAM hal tersebut untuk pengendalian air di pertengahan sungai Cileungsi. Dan keempat membuat waduk di hulu Sungai Cileungsi. Sehingga jika volume air membesar karena hujan maka air bisa ditampung dan dibuang ke hilir.

“Dari keempat usulan tersebut Bupati Bogor saat itu sempat bertanya mana yang mungkin bisa dilaksanakan oleh daerah Bogor. Kepala dinas bersangkutan menjawab usulan nomor empat membangun waduk di hulu Cileungsi,” ungkap Puarman mengingatkan dengan harapan janji tersebut bisa dimulai tahapan realisasinya pada 2020.

Dia optimis jika rekomendasi pembangunan waduk dilaksanakan maka upaya mencegah banjir yang selalu terjadi di wilayah Bojong Kulur bisa terealisasi maksimal.

Dalam kesempatan tersebut dia juga menyampaikan bahwa susah melaksanakan beberapa upaya antisipasi pencegahan banjir memasuki musim hujan yang diperkirakan mulai terjadi awal tahun 2020.

Seperti pengerukan di beberapa titik penambalan tanggul yang sudah kronis bekerjasama dengan pihak BBWS tepatnya di pertemuan antara Sungai Cileungsi-Cikeas.

Hal lain yang dilakukan KP2C dalam membantu penanggulangan bencana banjir setiap waktu mengingatkan hasil ketinggian debet air di kedua aliran sungai melalui grup whatsapp dan memanfaatkan media sosial dengan anggota grup mencapai 6800 orang.

CikeasJabarkronisSungai
Comments (0)
Add Comment