Pilkades Serentak Pati, Dua Desa Rawan Konflik

PATI – Dua dari 122 desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang hendak menyelenggarakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2019, masuk kategori rawan konflik.

“Kami sudah melakukan antisipasi agar tidak sampai terjadi konflik saat pilkades di kedua desa tersebut,” ujar  Kapolres Pati, AKBP Bambang Yudhantara Salamun, tanpa menyebutkan nama desa yang dimaksudkan dengan alasan baru menjabat Kapolres Pati selama dua hari, Kamis (5/12/2019).

Antisipasi yang dilakukan, dengan menyiapkan jumlah personel pengamanan untuk bersiaga saat pemilihan dilakukan. Khusus untuk desa rawan, jumlah personel yang disiagakan akan lebih banyak bila dibandingkan dengan desa yang masuk kategori aman. Untuk desa yang masuk kategori aman, personel pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS) berkisar lima personel.

Sedangkan untuk pengamanan TPS rawan konflik, akan ditambah menjadi delapan personel. “Pengamanannya nanti, masih akan dibantu dari personel yang sifatnya mobile,” jelasnya.

Sementara jumlah kekuatan pengamanan dalam pilkades yang bakal digelar pada 21 Desember 2019 di 122 desa, yang tersebar di 21 kecamatan di Kabupaten Pati, mencapai 1.359 personel. “Jumlah personel pengamanan tersebut merupakan gabungan yang melibatkan personel dari Polres tetangga, personel dari Polda, Brimob, serta TNI,” tuturnya.

Tolok ukur penetapan potensi risiko konflik, di antaranya didasarkan pada kondisi pelaksanaan pilkades sebelumnya. Apakah ada masalah, calon kepala desa yang tampil, potensi politik uang, serta ada tidaknya pihak lain yang mencoba berperanan misalnya dalam bentuk judi pilkades. Semua warga diajak untuk bersama-sama menjaga situasi di wilayahnya, agar tetap kondusif. Tetap menjaga persaudaraan maupun kebersamaan yang terjalin sejak lama.

Agenda pemilihan pemimpin, diharapkan tidak sampai membuat situasi di desa terpecah belah. Dan masyarakat harus sama-sama dewasa dan bijaksana menyikapi pilkades. (Ant)

Jatengpatipilkadesrawan konflik
Comments (0)
Add Comment