Kapolres Lamsel Tekankan Koordinasi Lindungi Satwa

Editor: Henk Widi

LAMPUNG – Edi Purnomo, Kapolres Lampung Selatan (Lamsel) menyebut, pencegahan penyelundupan satwa asal pulau Sumatra tujuan Jawa dilakukan di Bakauheni, sebagai pintu masuk dan pintu keluar pulau Sumatra.

Selama kurun waktu 2018-2019, ribuan ekor satwa jenis burung sebagian dilindungi telah diamankan. Selain satwa liar jenis burung. beberapa satwa yang dilindungi pernah diamankan meliputi kura-kura, kukang, kera dan hewan endemis Sumatra.

Pencegahan perlalulintasan satwa, menurutnya dilakukan melibatkan unsur Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Karantina Pertanian.

Koordinasi pencegahan penyelundupan satwa juga melibatkan unsur nongovernment organisation (NGO). Di antaranya Wildlife Conservation Society-Indonesian Program (WCS-IP), Jakarta Animal Aid Network (JAAN) dan Flight. Pengawasan di Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni diperketat dengan adanya anjing pelacak.

Kapolres Lampung Selatan, AKBP Edi Purnomo (tengah), dalam kegiatan rapat koordinasi penanggulangan penyelundupan satwa liar di Seaport Interdiction pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, ,Jumat (17/1/2020). -Foto: Henk Widi

“Pengawasan perlalulintasan satwa terutama yang dilindungi, menjadi cara menyelamatkan satwa agar generasi mendatang bisa melihat berbagai satwa yang ada di Indonesia, jangan sampai hanya melihat dan mendengar dari audio visual,” terang Kapolres Lamsel, AKBP Edi Purnomo di Seaport Interdiction Bakauheni, Jumat (17/1/2020).

Upaya penyelamatan satwa dilakukan dengan sosialisasi, penegakan hukum terhadap upaya pemberantasan penyelundupan tumbuhan, satwa liar (TSL).

Sejumlah pihak di pelabuhan Bakauheni menurutnya memiliki tugas, pokok dan fungsi. Sebab, melalui kerja sama yang sinergis dari seluruh instansi terkait dari unsur pemerintah dan kelompok sipil.

Mantan Kapolres Mesuji tersebut menambahkan, upaya pemberantasan TSL dilakukan untuk memberikan efek jera bagi pelaku penyelundupan. Sebab, pencegahan merupakan cara untuk pelestarian satwa liar dilindungi.

Kepolisian melakukan upaya operasi rutin  dan terpadu dengan menggunakan anjing pelacak, khusus pendeteksi satwa liar (K-9 Wildlife).

“Koordinasi terpadu akan makin menekan upaya penyelamatan tumbuhan dan satwa liar dilindungi,” tegasnya.

Pencegahan di pintu masuk, menurut Kapolres sekaligus menjadi upaya mencegah penularan penyakit. Sebab, sebagian satwa yang dilalulintaskan bisa membawa penyakit tertentu.

Sesuai prosedur yang ada, sejumlah satwa yang diamankan akan dilimpahkan ke pihak yang menangani. Penanganan tersebut dilakukan melibatkan unsur BKSDA Bengkulu-Lampung Seksi 3 dan Karantina Lampung.

Kepala Seksi Karantina Hewan, Balai Karantina dan Pertanian (BKP) kelas I Bandar Lampung, Drh. Herwintarti, saat ini petugas karantina mencegah sebanyak 65 jenis Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan 454 jenis Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (HPHK) dari luar negeri ke Indonesia. Selain itu, sebanyak 56 jenis HPHK dan 121 jenis OPTK yang ada di Indonesia.

Khusus untuk pengawasan satwa liar, sebelum dilalulintaskan diperlukan Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Dalam Negeri (SATSDN).

“Kerja sama lintas sektoral telah mencegah penyelundupan komoditas dan satwa asal Sumatra tujuan Jawa,” beber Drh. Herwintarti.

Sejumlah komoditas yang diamankan karantina Lampung, di antaranya asal pulau Jawa ke Sumatra dan sebaliknya. Komoditas yang diamankan yaitu 29.448 ekor burung asal Sumatra tujuan Jakarta dan Jawa Tengah. Sebanyak 12.980 kilogram asal Sumatra Selatan tujuan Jakarta, Jawa Tengah. Daging kerbau beku asal India sebanyak 18.340 kilogram asal Jakarta tujuan Pekanbaru dan Lampung.

BKSDALampungpolisisatwa
Comments (0)
Add Comment