Kirman Ubah Akar Kayu Terbengkalai jadi Perabot Unik

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Seorang warga Prambanan Sleman Yogyakarta, mampu memanfaatkan barang-barang tak terpakai di lingkungan pekarangan sekitar rumahnya untuk dibuat menjadi karya seni yang memiliki nilai jual cukup tinggi. Dialah Kirman (50) warga dusun Kikis, Sambirejo.

Lelaki yang bekerja serabutan ini, mengaku biasa mencari akar-akar kayu keras yang terbengkalai di sekitar kawasan perbukitan tak jauh dari rumahnya untuk dirangkai menjadi sejumlah barang.

Mulai dari pot bunga anggrek, bahan pembuat bonsai, hiasan dinding hingga perabot seperti meja kayu yang unik.

“Di pekarangan atau kebun itu banyak bekas batang pohon Sonokeling yang ditebang. Kadang akarnya masih berada di dalam tanah. Saya biasa mencari dan menggalinya untuk diambil. Karena teksturnya sangat bagus dan unik untuk dibuat menjadi berbagai barang,” katanya saat ditemui, Rabu (29/1/2020) siang.

Menurut Kirman ia hanya mencari akar pohon jenis Sonokeling karena kayunya yang keras dan memiliki bentuk yang istimewa. Dimana guratan tekstur pohon terbentuk secara alami, akibat proses alam.

Ia menjelaskan tekstur itu muncul akibat rayap-rayap di dalam tanah, menggerogoti akar hingga meninggalkan bagian galih atau jantungnya saja.

“Setelah digali, saya tinggal membersihkannya saja. Lalu dirangkai untuk dibuat kerajinan. Biasanya untuk finishing saya tatah dan haluskan dengan menggunakan amplas,” ungkapnya.

Satu buah akar kayu Sonokeling sendiri biasa ia jual dengan harga bervariasi mulai dari puluhan hingga ratusan ribu rupiah tergantung pada ukuran, dan bentuknya.

Akar-akar kayu mentah itu biasanya akan diambil oleh pedagang untuk dijual kembali dalam bentuk sudah jadi. Mulai dari pedagang asal Yogya, Sleman hingga Klaten.

“Ya lumayan untuk tambahan penghasilan,” ungkapnya.

KayuPedagangSonokelingYogyakarta
Comments (0)
Add Comment