Nelayan di Sikka Butuh Pelatihan untuk Olah Produk Perikanan

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

MAUMERE — Wahana Tani Mandiri (WTM) kabupaten Sikka provinsi NTT menyebutkan, hasil perikanan seperti udang, ikan dan rumput laut dari kabupaten Sikka provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) selama ini masih dijual dengan harga murah, sehingga tidak memberikan tambahan penghasilan.

Dosen fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere kabupaten Sikka provinsi NTT, Yohanes Don Bosco R.Minggo. Foto : Ebed de Rosary

Pemerintah dituntut untuk memberikan pelatihan dan fasilitasi, terutama kelompok perempuan nelayan agar bisa mengolah menjadi produk yang bernilai jual dan dapat meningkatkan pendapatan keluarga.

“Harus ada intervensi dari pemerintah dengan memberikan pelatihan pengolahan produk perikanan hingga pengemasan. Ini penting, agar memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga nelayan,” sebut direktur WTM kabupaten Sikka, Carolus Winfridus Keupung di Maumere, Selasa (14/1/2020).

Wim sapaannya mengatakan, di kabupaten Sikka, baru ada produk dari kelompok wanita tani dan nelayan di kelurahan Wuring kecamatan Alok Barat , tetapi produksinya masih terbatas.

Untuk itu pinta dia, pemerintah harus mendorong kelompok nelayan lainnya agar bisa memproduksi hasil perikanan dan mengolahnya menjadi produk yang bisa dijual dan dipasarkan ke luar daerah.

“Kelompok nelayan harus difasilitasi pengurusan label halalnya maupun mendapat ijin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM,” usulnya.

Wim menyebutkan, pihaknya secara lembaga pernah memberikan pelatihan dan membantu peralatan produksi bagi beberapa kelompok wanita nelayan, namun dengan dana terbatas, sehingga butuh bantuan pemerintah.

NTTSikka
Comments (0)
Add Comment