Petani di Aceh Diminta Galakkan Tanam Jagung

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh Tengah menggalakkan petani untuk menanam komoditas jagung, mengingat potensinya sangat baik dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Jagung sebenarnya potensial, pasarnya sangat bagus. Sekarang Pemerintah Aceh melalui Distanbun sedang menggalakkan petani kita menanam jagung,” kata Kabid Tanaman Pangan Distanbun Aceh, Safrizal, di Banda Aceh, Jumat.

Dia menyebutkan tahun lalu di Kabupaten Bireuen terdapat luas 11 hektar tanaman jagung, yang diperkirakan  panen pada Februari mendatang. Menurutnya harga jagung pun sangat menjanjikan, mencapai lebih dari Rp4.000 per kilogram.

“Pengelolaannya pun tidak begitu rumit, jadi lebih mudah melakukan usaha tani jagung, sehingga sekarang bagaimana membangun minat masyarakat semakin tinggi untuk menanam jagung. Di Aceh Tenggara sudah mulai, tidak pernah jeda. Begitu panen, olah tanah lagi, tanam lagi,” katanya.

Pemerintah Aceh dalam hal ini  menyediakan benih untuk para petani jagung. Kemudian juga melakukan kerjasama dengan perusahaan dalam menjamin kepastian penjualan, seperti yang telah dilakukan dengan PT Japfa di Bireuen,  menampung hasil panen jagung petani.

“Di Aceh Besar ada pengusaha dryer yang siap menampung. Jadi saya pikir market-nya tidak perlu dirisaukan lagi, tinggal kita tanam, begitu hasil ada mereka siap menampung,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian Aceh Tenggara, Asbi, mengatakan, kabupaten setempat memang memprioritaskan komoditas jagung ketimbang padi. Luas lahan jagung mencapai 19.879 hektar, sedangkan padi hanya 8.562 hektar.

“Jadi petani kita dalam setahun tambah satu bulan bisa tiga kali tanam. Sekali panen dalam satu hektar mencapai delapan hingga sembilan ton,” katanya.

Ia menyebutkan dalam beberapa hari terakhir ini harga jagung sedang turun menjadi Rp3.900 per kilogram. Namun normalnya selama ini harga jagung mencapai Rp4.000 hingga Rp4.500 per kilogram.

“Harganya cukup bagus untuk perekonomian petani kita di Aceh Tenggara. Selama ini (jagung) kita pasarkan ke Medan (Sumatera Utara), di daerah ada juga untuk pakan ternak,” katanya. (Ant)

AcehJagungpetaniSumut
Comments (0)
Add Comment