Kejagung Periksa 13 Saksi Terkait Korupsi Jiwasraya

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Guna melengkapi informasi yang dibutuhkan penyidik dalam kasus korupsi PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), penyidik Kejaksaan Agung memeriksa 13 saksi dari 14 orang saksi yang dijadwalkan dipanggil, dan 12 orang di antaranya adalah investor ritel.

“Hari ini penyidik Kejaksaan Agung memeriksa 13 orang saksi dari 14 saksi yang dijadwalkan diperiksa. Hal ini guna melengkapi informasi tim penyidik dalam kasus korupsi Jiwasraya,” kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum), Hari Setiyono di Gedung Kejaksaan Agung, Jumat malam (7/2/2020).

Hari menyebutkan dari 14 nama yang dipanggil, namun 13 orang yang diperiksa, hal ini disebabkan dua orang saksi tersebut adalah mantan konsultan hukum di PT. Asuransi Jiwasraya. Sehingga yang diperiksa oleh penyidik hanya satu orang saja.

“Saksi Irfan Melayu dan Andi Asmoro Putro ini merupakan mantan konsultan hukum di Jiwasraya. Sehingga penyidik berpendapat hanya satu orang saja yang diperiksa menjadi saksi, yakni Irfan Melayu,” ujarnya.

Adapun 13 nama saksi yang diperiksa oleh tim penyidik Kejagung hari ini adalah: 1. Mahesh Gagandas Lalmalani, 2. Bachtiar Effendi, 3. Lingga Herlina (Komisaris PT. Angkasa Bumi Mas), 4. Felix Christian (Direktur Utama PT. Angkasa Bumi Mas), 5.Yongky Teja.

Kemudian ada 6.Kurniadi Pramita Abad, 7. Decy Sofjan. 8. Roni Subagio, 9. Katherine Widjaja, 10. Janni, 11. Favithar Harjani, 12. Wilianto Poaler, 13 Irfan Melayu (mantan Konsultan Hukum PT. Asuransi Jiwasrya) dan

Hari menyebutkan 12 saksi merupakan investor ritel dan diperiksa sebagai saksi untuk menggali informasi yang dibutuhkan penyidik. Dimana saksi-saksi yang keberatan dengan pemblokiran rekening dan menuntut untuk dibuka blokir rekeningnya.

Seperti diketahui, sekitar 800 sub rekening efek diblokir atas permintaan Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait penyidikan kasus mega skandal dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya.

“Ada 800 sub rekening yang kemarin disampaikan itu ada dugaan antara lain, nominee juga ada. Kemudian rekening-rekening itu bisa juga dugaannya atas nama tersangka. Nah itulah yang jadi objek permintaan keterangan, dikaitkan dengan barang bukti. Akhirnya dilakukan pemblokiran terhadap rekening-rekening itu,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui hingga saat ini Kejaksaan Agung susah menetapkan enam tersangka dalam kasus korupsi Jiwasraya. Di antaranya; Direktur Utama PT Hanson International, Benny Tjokrosaputro dan Komisaris Utama PT Trada Alam Minera, Heru Hidayat, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Harry Prasetyo.

Lalu ada mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan, dan yang terakhir ditetapkan tersangka oleh Kejaksan Ayub adakah Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto.

Terkait perkara di perusahaan pelat merah tersebut, Kejaksaan Agung sudah memeriksa 144 saksi dan menggeledah 16 tempat. Sejumlah aset para tersangka telah disita maupun diblokir. Namun, Kejaksaan Agung belum memberi keterangan berapa total nilai dari aset-aset tersebut.

DKIJakartaJiwasrayakejagungsaksi
Comments (0)
Add Comment