Kisah ODGJ, Sembuh dan Kuliah Berkat Dirawat di Panti Dymphna

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Ada yang berbeda saat rombongan rekan jurnalis mendatangi Panti Dymphna yang merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di kota Maumere, Kabupaten Sikka, NTT dalam helatan Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) Berbagi.

Ada 5 ODGJ membawakan lagu rohani dengan penuh khidmat bahkan 4 ODGJ yang sudah sembuh total dan mengabdi di panti ini ikut memberikan kesaksian bagaimana mereka mengalami gangguan jiwa hingga dirawat dan sembuh.

“Saya bersyukur dan berterima kasih karena saya masuk Panti Dhypmhan bulan Oktober dan sempat dirawat. Seteah dirawat selama sebulan, saya pun bisa sembuh total,” kata Sisilia Vina, seorang staf Panti Dymphna di kota Maumere, Jumat (14/2/2020).

Sisilia mengatakan, dirinya berasal dari Pulau Timor dan merantau ke Maumere untuk mencari kerja tetapi saat berada di Maumere dirinya terkena gangguan kejiwaan sehingga dibawa ke rumah sakit.

Oleh petugas dari Dinas Sosial Kabupaten Sikka, dirinya pun diantar ke Panti Dymphna agar mendapatkan perawatan dan bisa sembuh dari gangguan jiwa yang dideritanya.

“Rambut saya panjang tapi masuk panti dipotong pendek dan saya tidak sadar.Saya juga tidak tahu dibawa ke sini dan setelah sudah sembuh baru saya tahu nama tempat ini,” ungkapnya.

Pendiri Panti Dymphna di kota Maumere, Kabupaten Sikka, Sr.Lucia,CIJ (kiri) bersama Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang dirawat di panti ini dan sembuh total saat memberikan kesaksian, Jumat (14/2/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Setelah mengalami pemeriksaan kejiwaan dan mengalami sembuh total, Sisilia pun membulatkan tekad untuk mengabdi di panti ini agar bisa membantu teman-teman senasibnya yang sedang menjalani perawatan.

Selain itu, Icha salah satu perempuan ODGJ yang juga telah sembuh total mengaku masuk ke panti tanggal 11 Oktober 2018 dan selama berada di panti dengan dukungan doa dan pelayanan yang diberikan dia bisa sembuh.

Sementara itu, Paulus Lunga seorang lelaki asal Kabupaten Nagekeo di Flores bagian tengah mengaku tanggal 14 Februari 2019 merupakan tanggal yang sangat bersejarah dan selalu dikenang olehnya.

Pada tanggal tersebut kata Paul sapaannya, Sr.lucia,CIJ bersama seorang suster dan perawat menjemputnya dengan mobil di rumahnya di Nagekeo dan keesokan harinya tanggal 15 Februari baru dirinya dibawa ke Maumere.

“Selama perjalanan saya sempat mabuk dan saat mobil berhenti saya lari ke bukit namun para perawat mengejar saya dan membawa kembali ke mobil.Setelah tiba di panti saya dimasukan ke dalam ruangan isolasi,” jelasnya.

Paul bersyukur setelah mendapatkan perawatan di Panti Dymphna dirinya bisa sembuh total sehingga dia pun melanjutkan pendidikan dengan berkuliah di Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere mengambil jurusan Psikologi dan sedang duduk di semester dua.

Dirinya mengaku bersyukur sekali sebab selain bisa sembuh total, Paul juga dibiayai kuliahnya oleh Sr. Lucia,CIJ sehingga dia pun mengabdikan diri bekerja di panti ini.

“Setiap perjalanan hidup harus selalu disyukuri dan kita tidak boleh melihat masa lalu tetapi kita harus melihat masa depan. Jangan memvonis orang karena masa lalunya tetapi mari melihat sisi positifnya dan melihat dirinya saat ini,” pintanya.

maumereNTTOrang Dengan Gangguan JiwaPanti DymphnaSikka
Comments (0)
Add Comment