Lulusan Terbaik UMP ini Pernah Nyaris Putus Kuliah

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Trimas Adi Safitri merasa tak percaya dirinya bisa mengenakan baju dan toga wisuda. Selama 3,5 tahun menjalani masa kuliah, banyak suka-duka yang dialami. Bahkan, kesulitan ekonomi yang menyebabkan ia harus menunggak biaya kuliah, sampai membuatnya putus ada dan nyaris putus kuliah.

“Bapak saya hanya bekerja sebagai buruh tani dan ibu saya, ibu rumah tangga yang tidak bekerja dan adik saya ada dua orang yang masih sekolah di SD dan SMA. Sehingga bisa lulus menjadi sarjana itu seperti sebuah mimpi yang menjadi kenyataan,” kata Trimas usai menyampaikan pesan dan kesan mewakili 663 wisudawan, Sabtu (29/2/2020).

Lebih lanjut Trimas bertutur, ia berasal dari keluarga yang sangat sederhana di Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Bapaknya, Ahmad Susanto bekerja sebagai buruh tani dan ibunya, Suriah tidak bekerja. Trimas merupakan anak ke-3 dari lima bersaudara. Dua kakaknya sudah bekerja, namun gajinya juga masih pas-pasan.

“Pada semester tiga, saya pernah tidak bisa melunasi uang kuliah. Saat itu, saya sudah putus asa, karena untuk memaksa bapak menyediakan uang dalam jumlah besar tidak mungkin. Namun, kemudian kakak saya yang sudah bekerja membantu, karena ia baru diangkat menjadi pegawai, sehingga saya bisa meneruskan kuliah hingga tuntas,” tuturnya sambil berkaca-kaca.

Trimas sendiri tidak mau berpangku tangan dan hanya mengandalkan uang dari orang tua dan kakaknya saja. Di tengah kesibukannyua kuliah, ia memberikan tutor kepada siswa SMP dan SMA, atas rekomendasi dari salah satu dosennya.

Ia mengajar mata pelajaran Matematika dan IPA. Dan dari honor mengajar ini, ia bisa memenuhi kebutuhan kuliahnya, terutama untuk uang transport dari Cilongok ke Purwokerto yang jaraknya lumayan jauh.

“Saya sangat berterima kasih kepada dosen yang sudah memberikan kesempatan saya untuk mengajar di SMP dan SMA, karena hal tersebut sangat membantu biaya kuliah saya,” katanya.

Selain mengajar, Trimas juga aktif dalam kegiatan kewirausahaan di kampusnya. Ia bersama teman-temannya membuat kue pukis pelangi dan inovasi produk makanannya tersebut cukup laku keras.

Trimas Adi Safitri merupakan mahasiswa Jurusan Akuntansi di Fakultas Ekonomi Universitas Muhammdiyah Purwokerto (UMP). Ia menyelesaikan pendidikan dalam waktu 3,5 tahun dan meraik IPK 3,93 serta menjadi lulusan terbaik.

Gadis kelahiran 23 Oktober 1997 ini mampu menyelesaikan studinya di tengah himpitan ekonomi keluarganya. Sang Ibu, Suriah tak mampu membendung air matanya, menyaksikan anaknya menjadi lulusan terbaik dan didaulat untuk memberikan pesan dan kesan di atas panggung wisuda.

“Saya sama sekali tidak menyangka anak saya bisa sampai sarjana, karena selama 3.5 tahun, banyak sekali suka-duka yang kami alami dalam masalah ekonomi. Kakaknya sampai bergotong-royong untuk membantu biaya kuliah Trimas,” tuturnya.

Keberhasilan Trimas membuktikan, bahwa niat yang kuat untuk menuntut ilmu pada akhirnya akan menemukan jalan. Anak buruh tani dari Cilongok itu, kini dengan gagah mengenakan toga dan berdiri di atas mimbar di hadapan ratusan wisudawan serta rekkor, dekan dan dosen. Dengan lantang, Trimas mengucapkan beribu terima kasih untuk kedua orang tuanya, untuk kakaknya, serta untuk UMP.

Kesempatan kerja juga sudah terbuka untuk Trimas, dimana dua lulusan terbaik UMP mendapat kesempatan untuk mengikuti seleksi di kantor jasa penilai publik di Yogyakarta. Trimas sudah menjalani sesi tes tertulis dan wawancara, sekarang ia tinggal menunggu panggilan untuk mulai bekerja.

JatengMuhammadiyahUniversitaswisuda
Comments (0)
Add Comment