Sembilan Desa di Sikka Ikuti Lomba Kebersihan Lingkungan

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Kecamatan Kangae, kabupaten Sikka, provinsi Nusa Tenggara Timur, mulai menggelar berbagai lomba kebersihan antar-Rukun Tetangga (RT) di 9 desa yang ada di wilayahnya, untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh pada 21 Februari.

Kegiatan lomba ini hanya ada di kecamatan Kangae, satu dari 21 kecamatan yang ada di kabupaten Sikka, karena camatnya sangat peduli dengan kebersihan warga dan lingkungan di wilayah kerjanya.

“Masyarakat sangat antusias mengikuti lomba ini. Sejak kemarin setiap rukun tetangga sudah mulai melakukan aksi bersih-bersih,” kata Kepala Desa Habi, Maria Nona Murni, Rabu (11/2/2020).

Kepala Desa Habi, kecamatan Kangae, kabupaten Sikka, provinsi Nusa Tenggara Timur, Maria Nona Murni, saat ditemui pada Rabu (12/2/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Maria menyebutkan, kegiatan ini sangat positif, mengingat selama ini belum ada lomba sejenis, sehingga masyarakat mulai menyadari pentingnya kebersihan dan melakukan aksi bersih-bersih di wilayahnya.

Apalagi, kata dia, saat ini sedang mewabah penyakit demam berdarah, sehingga dengan rutin melakukan aksi membersihkan lingkungan, bisa mencegah meningkatnya warga yang terkena penyakit ini.

“Warga sangat antusias ikut lomba, karena memang di kecamatan Kangae sering diadakan aksi bersih-bersih lingkungan. Ini juga bagus untuk meminimalisir merebaknya penyakit demam berdarah,” ungkapnya.

Camat Kangae, Akulinus, S.Sos., mengatakan, dirinya mencetuskan ide lomba kebersihan antarRT di kecamatan Kangae, bekerja sama dengan Bank Sampah Flores, mengingat wilayahnya merupakan kecamatan wisata.

Akulinus mengatakan, banyak hotel, restoran, kafe dan penginapan yang ada di wilayahnya, dan banyak juga wisatawan asing yang menginap, sehingga kebersihan harus menjadi prioritas untuk dibenahi.

“Ini dilakukan dalam rangka memotivasi masyarakat mencintai lingkungan, agar wilayah kita bersih dan masyarakat sehat. Intinya dengan lomba ini, kita mau mengedukasi masyarakat terkait perilaku hidup bersih,” terangnya.

Menurut Akulinus, selama ini berbagai kegiatan Sabtu Bersih telah dilakukan. Setiap hari Sabtu dilakukan aksi kebersihan lingkungan dan dilakukan pengawasan dan imbauan kepada sopir di terminal Lokaria, untuk mengimbau penumpang jangan membuang sampah.

Pihaknya pun sedang membuat papan imbauan untuk dipasang di sepanjang jalan negara trans Flores Maumere-Larantuka, serta di berbagai desa, agar warga bisa mulai sadar tentang kebersihan.

“Setiap hari tim akan turun melakukan penilaian, dan pemenangnya akan diumumkan tanggal 21 Februari. Lomba ini sebegai sarana saja untuk mengedukasi masyarakat terkait pola hidup bersih,” terangnya.

Akulinus mengatakan, pihaknya pun sedang mengajukan anggaran untukmembeli mobil sampah  dan tempat sampah, sehingga nantinya pihak kecamatan akan mengelola sampah sendiri.

Hadirnya mobil sampah supaya wilayah Kangae yang menjadi kecamatan wisata bisa membuat wisatawan yang menginap merasan nyaman, karena masyarakat sudah sadar kebersihan.

“Kami selama ini juga telah bekerja sama dengan Bank Sampah Flores untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat mengenai daur ulang sampah. Nantinya juga kelompok Dasawisma akan diberdayakan untuk mengelola sampah,” terangnya.

kebersihanlombaNTTpeduliSampahSikka
Comments (0)
Add Comment