Wanita Miliki Peran Penting Kurangi Sampah Plastik

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Wanita memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan lingkungan, dengan mengurangi penggunaan plastik. Peran tersebut bisa dimuali dari hal kecil, dengan menggunakan daun pisang sebagai bungkus makanan yang dibuat.  

Esi Awariah Madroi, ketua tim penggerak PKK Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, menyebut kebersihan lingkungan bisa dimulai dari keluarga. Wanita yang menjadi ibu rumah tangga bisa ikut mengurangi penggunaan plastik kemasan.

Pengurangan sampah plastik dan barang tidak bisa terurai, menurutnya bisa dilakukan dengan langkah sederhana. Sebagian bahan makanan tradisional yang dibuat oleh wanita, bisa menjadi awal pengurangan sampah plastik.

Ia mengapresiasi puluhan wanita di Desa Ruguk yang selalu menyajikan makanan dengan kemasan tanpa plastik.

Penggunaan daun pisang, menurutnya menjadi salah satu solusi pengurangan sampah plastik. Sebab, daun pisang untuk kemasan makanan tradisional arem-arem, lemper, ketimus, nagasari, bisa memanfaatkan daun pisang. Selain mudah terurai, penggunaan kemasan yang mudah diperoleh dari sekitar rumah akan menghemat pengeluaran.

“Kampanye pengurangan sampah plastik tentunya menjadi bagian cara untuk menjaga kesehatan, terlebih anggota PKK juga ikut dalam klub jantung sehat yang terus mengupayakan pola hidup sehat,” terang Esi Awariah Madroi, saat ditemui Cendana News, Rabu (5/2/2020).

Esi Awariah Madroi, ketua tim penggerak PKK Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, usai kegiatan senam, wisata dan bersih sampah di objek wisata Curug Gajah Mati, Desa Ruguk, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Rabu (5/2/2020). -Foto: Henk Widi

Kesehatan fisik melalui kegiatan senam oleh kaum wanita, menurutnya juga harus diimbangi kebersihan lingkungan. Pada sejumlah kegiatan di tingkat kecamatan, desa, ia menyebut kemasan plastik harus diminimalisir. Ia bahkan telah mengkampanyekan agar panitia kegiatan tidak menyediakan minuman kemasan plastik. Meski merepotkan, namun tanpa penggunaan kemasan plastik sampah bisa dikurangi.

Ketua tim penggerak PKK Desa Ruguk, Mardiana, juga mengajak kaum wanita menjaga kebersihan lingkungan. Kampanye kebersihan lingkungan dilakukan dalam rangkaian kegiatan senam jantung sehat. Kegiatan senam jantung sehat yang digelar rutin di setiap dusun dilakukan sepekan dua kali di desa tersebut.

“Pada kegiatan senam selalu dianjurkan agar para wanita membawa tumbler atau wadah air minum yang bisa dipakai berkali-kali, bukan sekali pakai,” tutur Mardiana.

Langkah kecil dimulai dari keluarga, kelompok lingkungan dusun hingga desa, menurutnya akan berdampak luas. Kaum wanita bisa ikut mengedukasi anak, suami dan anggota keluarga dalam pengurangan sampah plastik.

Penggunaan kemasan daun pisang dan daun lain bisa dijadikan alternatif. Kesadaran tersebut akan berguna untuk tujuan lebih besar menjaga kebersihan lingkungan.

Setiap kegiatan senam, klub jantung sehat di setiap dusun akan menyediakan air minum isi ulang. Cara tersebut akan mengurangi penggunaan gelas kemasan plastik. Hasilnya, sampah plastik bisa dihilangkan dan ikut menjaga kebersihan lingkungan, salah satunya sungai. Bentuk kepedulian pada lingkungan bisa dilihat dengan bersihnya air terjun Curug Gajah Mati.

“Anggota klub jantung sehat yang juga anggota tim PKK diajak mencintai lingkungan dengan membersihkan sampah di objek wisata sembari rekreasi,” tuturnya.

Saiful, Kepala Desa Ruguk, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, usai kegiatan senam jantung sehat dan pembersihan objek wisata Curug Gajah Mati di Dusun Goci ,Rabu (5/2/2020). -Foto: Henk Widi

Saiful, kepala Desa Ruguk, menyebut kegiatan rutin kaum wanita dengan senam jantung sehat terus digelar rutin pada sejumlah dusun secara bergilir. Selain menyehatkan, kegiatan senam jantung sehat menjadi ajang silaturahmi dan edukasi menjaga lingkungan melalui pengurangan sampah plastik.

“Tentunya langkah mengurangi sampah plastik dilakukan bertahap dengan membawa botol minuman yang bisa dipakai berkali-kali tanpa dibuang,” tegas Saiful.

Usai senam, puluhan wanita diajak membersihkan area objek wisata Curug Gajah Mati. Saiful juga menyebut, masyarakat Desa Ruguk memiliki tanggungjawab menjaga lingkungan. Sebagai wilayah lahan pertanian, langkah mencegah limbah pertanian dibuang ke sungai, limbah plastik akan menjaga kebersihan sungai Gajah Mati. Hasilnya, kelestarian lingkungan menciptakan air terjun atau curug yang bisa menjadi destinasi wisata.

LampungPKKPlastikSampahWanita
Comments (0)
Add Comment