Mengenal Kapulasan, Rambutan Botak asal Kalimantan Tengah

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Kapulasan atau rambutan botak merupakan tanaman identitas Kalimantan Tengah. Bentuknya serupa dengan rambutan pada umumnya, hanya kulit buahnya lebih alot.

Staf Agro Taman Buah Mekarsari, Anna Sartika Hutapea, menjelaskan, tanaman Kapulasan ini bisa ditemui di Asia Tenggara.

“Paling banyak ditemui di Indonesia, Malaysia dan Filipina. Dan buah ini memiliki nama panggilan yang berbeda. Seperti di Malaysia disebut Pulasan atau Peninsular, di Sabah dan Seragam disebut Meritam, di Filipina disebut Bulala dan di Thailand disebut Ngohkhonsan,” kata Anna saat ditemui di Taman Buah Mekarsari, Bogor (19/3/2020).

Pohon Kapulasan koleksi Taman Buah Mekarsari di Area Nursery, Taman Buah Mekarsari Bogor, Kamis (19/3/2020) – Foto: Ranny Supusepa

Ia menjelaskan, tanaman yang bernama ilmiah Nephelium ramboutan-ake ini mampu bertumbuh hingga mencapai ketinggian 14 meter.

“Kayu batangnya termasuk kayu keras dan kuat. Sehingga banyak yang memanfaatkan kayu Kapulasan sebagai peralatan rumah tangga agar lebih awet dan tahan lama,” ucapnya.

Buah Kapulasan memiliki kulit berwarna merah tua dengan campuran warna keunguan dan tidak memiliki rambut seperti halnya rambutan biasa. Diameter buahnya bisa berukuran antara 5-7.5 cm.

“Kulit buahnya ini agak alot, sehingga susah untuk dibuka jika dibandingkan rambutan biasa. Kalau rambutan bulunya panjang, Kapulasan ini bulunya pendek, alot dan tumpul,” ujarnya lebih lanjut.

Jika dimakan, daging buah Kapulasan tidak ngelotok, yang menjadi salah satu ciri khas Kapulasan.

“Daging buahnya sendiri berwarna putih transparan agak kekuningan, agak berair dan memiliki aroma khas. Rasanya manis segar. Buahnya ini bisa langsung dimakan. Tapi ada juga yang memanfaatkannya untuk dibuat selai,” papar Anna.

Biji Kapulasan memiliki kandungan minyak nabati yang cukup tinggi. Menjadikan biji Kapulasan dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan lilin atau sabun.

“Di Mekarsari, Kapulasan kita masukkan dalam golongan tanaman langka. Walaupun ini tanaman asli Indonesia, tapi jarang ada yang menanam. Kemungkinan karena daging buahnya yang tidak ngelotok dan juga karena kulit buahnya yang sulit untuk dibuka,” ucap Anna lagi.

Hingga kini, ada sekitar 10 pohon Kapulasan yang dijadikan tanaman koleksi di Taman Buah Mekarsari.

“Rata-rata sudah berumur 15 tahun. Mekarsari melakukan perbanyakan tanaman ini dan juga melakukan pengenalan kepada pengunjung. Terutama saat ada pameran,” pungkasnya.

bogorBuahdagingdiameterJabarkapulasanmanismekarsarimetertaman
Comments (0)
Add Comment