Mekarsari Fasilitasi Pemesanan Tanaman Online untuk Aktivitas Berkebun

BOGOR — Melakukan kegiatan berkebun dinyatakan bisa menjadi salah satu alternatif kegiatan positif di masa pembatasan interaksi masyarakat. Dengan alasan itulah, Taman Buah Mekarsari tetap memberikan kesempatan bagi para pelanggan dapat membeli tanaman dengan sistem online

Marketing Communication Taman Buah Mekarsari Firman Setiawan menyatakan sejak diberlakukannya social distancing dan physical distancing, Taman Buah Mekarsari sudah membuka kesempatan pembelian secara online. 

“Walaupun Taman Buah Mekarsari tutup sementara untuk pengunjung tapi penjualan tetap diadakan.  Ini dilakukan untuk tetap memenuhi permintaan dari customer mekarsari,  terutama loyal customer,” kata Firman saat ditemui di Taman Buah Mekarsari, Sabtu (25/4/2020).

Buah jambu kristal yang sering dipesan pengunjung secara online, Sabtu (25/4/2020). -Foto Ranny Supusepa

Ia menyebutkan program penjualan secara online ini, bukan hanya untuk bibit tanaman. Tapi juga untuk buah yang panen.

“Mekarsari memiliki layanan penjualan online,  penjualan di online bukalapak dan layanan call & send yang dikelola oleh internal Taman Buah Mekarsari. Harapannya, dengan bisa melakukan bertanam bisa membantu masyarakat untuk tetap positif, tetap sehat selama masa pandemi ini,” ujarnya.

Untuk penjualan buah, Firman menjelaskan bahwa hal ini dilakukan karena keyakinan bahwa masyarakat membutuhkan asupan buah dalam menjaga kesehatan tubuhnya.

“Terutama karena COVID 19 begini, ya kami ingin membantu masyarakat dengan memberikan solusi sehat tanpa perlu keluar rumah. Tinggal pesan, buah datang,” ucapnya lagi.

Untuk bibit tanaman, Firman menyebutkan yang paling sering dipesan adalah Jambu biji kristal,  durian dan nangkadak super O.

“Sementara untuk buah, favorit masih melon. Untuk buah panen lainnya, Salak dan  jambu biji Kristal,” tandasnya.

Psikolog Dian L Izwar saat dihubungi, Sabtu (25/4/2020). -Foto Ranny Supusepa

Psikolog Dian L Izwar menyatakan bahwa dalam suatu penelitian, terbukti aktivitas berkebun mampu menurunkan kadar hormon cortisol dalam tubuh.

“Jika seseorang bisa menikmati masa-masa dia berkebun maka tingkat stres-nya akan menurun. Dan tidak ada waktu khusus untuk kegiatan berkebun ini. Senyamannya saja,” kata Dian saat dihubungi secara terpisah.

Dian menjelaskan hormon cortisol merupakan suatu efek yang ditimbulkan oleh tubuh saat merasakan adanya tuntutan yang tidak dapat diatasi.

“Saat tuntutan itu datang secara terus menerus, akhirnya membuat seseorang menjadi stres. Stres berasal dari bahasa latin strain yang berarti tegang. Pada saat mempercepat adanya ancaman, tubuh kita siaga dan otot menjadi tegang. Lawan dari tegang adalah relaks, santai,” ujarnya.

Maka, menurutnya, teknik yang paling mudah untuk mengelola stres adalah melakukan relaksasi. Melalui relaksasi, kita dengan sengaja membawa tubuh kita ke dalam keadaan relaks.

Otot-otot yang semula tegang berubah menjadi relaks dan tubuh merasa santai. Proses relaksasi ini sangat penting karena menyelamatkan tubuh kita dari kelelahan akibat keadaan siaga yang berkepanjangan dan membuat proses berpikir kita dapat kembali optimal. Sering kali pada saat relaks ini terlintas ide-ide penyelesaian masalah yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh kita,” pungkasnya.

berkebunbogorJabarPemesanan BuahPemesanan OnlinePemesanan Tanamantaman buah mekarsari
Comments (0)
Add Comment