Pandemi Covid-19, Biaya Kios Pasar di Denpasar Diberi Keringanan

DENPASAR – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Sewakadarma, Kota Denpasar, Bali, memberikan keringanan beban biaya sewa kios dan los akibat pandemi Covid-19.

Hal itu mempertimbangkan kondisi terpuruknya perekonomian karena wabah. “Pandemi COVID-19 berdampak pada para pedagang di pasar tradisional. Sama halnya dengan sektor usaha lain, pendapatan mereka kini anjlok. Karena itu, dalam upaya meringankan beban para pedagang di lingkungan pasar rakyat di Denpasar, kami memberikan keringanan kepada pedagang tersebut,” kata Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma, Kota Denpasar, Ida Bagus Kompyang Wiranata, Sabtu (11/4/2020).

Kompyang Wiranata mengatakan, pemberian keringanan biaya sewa kios dan biaya operasional pasar (BOP) meliputi, sewa tempat untuk kios, los dan tanah sebesar 50 persen dari penetapan sewa setiap bulan. Selain itu, pedagang dibebaskan dari pembayaran BOP setiap hari Minggu.

Pemberian keringanan ini diberikan kepada semua pedagang di 16 pasar yang berada di bawah pengelolaan Perumda Pasar Sewakadarma, Kota Denpasar. “Kami menetapkan keringanan pembayaran sewa dan Biaya Operasional Pasar (BOP) bagi pedagang di unit-unit pasar di lingkungan Perumda Pasar Sewakadarma, Kota Denpasar. Hal tersebut untuk mengurangi beban pedagang,” kata Kompyang Wiranata.

Kebijakan tersebut diberikan, berdasarkan Keputusan Direksi Perumda Pasar Nomor :135/2020, tentang Keringanan Biaya Sewa dan BOP di pasar yang berada di bawah pengelolaan Perumda Pasar Sewakadarma. “Pemberian keringanan ini berlaku mulai 12 April 2020 hingga 29 Mei 2020. Selanjutnya juga akan kami evaluasi atau di perpanjang jika situasi wabah masih belum bisa diatasi,” jelasnya.

Tujuan pemberian keringanan, untuk mengurangi beban para pedagang di tengah omset (pendapatan) penjualan yang semakin menurun. “Besarannya sudah disesuaikan dengan kemampuan cash flow perusahaan, sehingga perusahaan masih tetap bisa eksis di tengah menurunnya total pendapatan perusahaan sejak Maret 2020,” tandasnya.

Kompyang Wiranata mencatat, sejak wabah COVID-19 terjadi, pendapatan para pedagang mengalami penurunan sangat drastis. “Kebijakan ini sudah dibicarakan dan mendapat persetujuan dari Badan Pengawas Perumda Pasar Sewakadarma, selaku perpanjangan tangan pemilik. Badan pengawas berharap selain memberi keringanan, agar protokol pencegahan penyebaran COVID-19 terus ditingkatkan. Kebijakan ini juga sudah sesuai dengan arahan Bapak Wali Kota Rai Mantra terkait pembentukan tim perlindungan sosial dan ekonomi dampak COVID-19 di Kota Denpasar,” pungkasnya. (Ant)

BalidenpasarKioslosPasar Tradisional
Comments (0)
Add Comment