Pemberlakuan Jam Malam di Provinsi Aceh Dicabut

BANDA ACEH – Pemerintah Provinsi Aceh, mencabut penerapan jam malam yang telah diberlakukan sejak sepekan terakhir. Jam malam tersebut sebagai upaya pemerintah daerah mengantisipasi penyebaran virus corona (COVID-19).

Kebijakan tersebut tertuang dalam maklumat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh, tentang pencabutan penerapan jam malam dan percepatan penanganan COVID-19 di provinsi paling barat di Indonesia itu. Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengatakan, meski penerapan jam malam telah dicabut, namun masyarakat diimbau untuk tetap mendukung upaya pemerintah dalam menekan penyebaran COVID-19 di Aceh.

“Tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat, kurangi aktivitas fisik di luar rumah, tetap bekerja, belajar, dan beribadah di rumah, serta menghindari pusat keramaian, fasilitas umum, termasuk aktivitas keagamaan yang melibatkan orang banyak,” kata Nova , di Banda Aceh, Sabtu (4/4/2020).

Terkait dengan jaring pengaman sosial, Pemerintah Aceh disebutnya, sedang mengkonsolidasikan berbagai program yang ada di Anggaran Pendapatan Dan Belanja Aceh (APBA), dengan program di kementerian dan lembaga terkait lainnya di tingkat nasional. “Penyatuan program antarlembaga ini diharapkan mampu memberikan bantuan yang layak bagi masyarakat terdampak, terutama rakyat kita yang masih kekurangan dan tentu saja UMKM,” tandasnya.

Sebelumnya Nova menyebut, Pemerintah Provinsi Aceh telah mempersiapkan Biaya Tak Terduga (BTT) sebesar Rp118 miliar guna mendukung upaya penanganan dan pencegahan COVID-19. Jika anggaran tersebut tidak mencukupi, maka masih ada anggaran dari koridor lain yang dapat digunakan untuk penanganan COVID-19.

“Kemarin, berdasarkan permintaan Dinas Kesehatan, saya sudah mencairkan sebesar Rp30 miliar. Nanti jika dana BTT tidak memadai, maka sesuai Inpres RI nomor 4 tahun 2020, presiden telah memerintahkan untuk melakukan refocusing dan realokasi anggaran,” katanya.

BTT disebutnya, sebagai koridor pertama yang dapat digunakan untuk mendukung upaya penanganan pencegahan COVID-19. Apabila dana tersebut tidak cukup, maka masih ada koridor kedua yang nantinya akan dibahas bersama DPR Aceh. “Ada ruang fiskal sebesar Rp400 miliar hingga Rp500 miliar. Jika ini juga tidak cukup, maka masih ada koridor lain yaitu APBA Perubahan. Semua ini tentu akan kita sikapi atau kita belanjakan secara proporsional tidak boleh serampangan, harus sesuai aturan dan payung hukum yang ada,” jelasnya.

Bupati Aceh Barat, H Ramli MS – Foto Ant

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat sejak Sabtu (4/4/2020) malam juga resmi mencabut pemberlakuan jam malam di daerahnya. Sebelumnya, jam malam resmi diberlakukan untuk masyarakat di Kabupaten Aceh Barat sejak Sabtu (31/3/2020) lalu.

Sama halnya dengan Pemprov Aceh, jam malam di Aceh Barat untuk memangkas laju penyebaran virus corona (COVID-19). “Pencabutan jam malam tersebut berlaku sejak Sabtu (4/4/2020) malam ini, kepada pelaku usaha, seperti warung kopi, cafe dan usaha lainnya sudah dapat beraktifitas kembali seperti biasanya,” kata Bupati Aceh Barat, Ramli MS di Meulaboh.

Meski sudah mengizinkan kembali pelaku usaha dan masyarakat beraktivitas seperti biasa, Ramli MS berpesan, masyarakat tetap menjaga jarak sosial, dalam rangka percepatan pemutusan mata rantai virus Corona. Khusus kepada pelaku usaha, agar tetap menyediakan sarana tempat pencuci tangan kepada masyarakat atau pengunjung, ditempat yang lebih mudah diakses. Aturan jam malam yang sudah diberlakukan sejak satu pekan lalu tersebut, menindaklanjuti arahan Plt Gubernur Aceh.

Kemudian, aturan jam malam ini juga dihentikan atas dasar arahan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. “Meski jam malam tidak lagi diberlakukan, saya mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat, dan sering mencuci tangan, termasuk menjaga wudhu,” tegasnya.

Ia juga menegaskan, tidak ingin mendengar satu orang pun warga Aceh Barat yang terinfeksi virus corona, sejak aturan jam malam ini dicabut oleh pemerintah daerah. Untuk itu, Pemkab Aceh Barat akan terus memantau keadaan ini hingga benar-benar aman. “Apabila nantinya ada kejadian-kejadian yang tidak kita harapkan, bisa saja penerapan jam malam ini akan diberlakukan kembali,” tegas Bupati Ramli MS. (Ant)

Acehaceh baratcoronaCOVID-19jam malam
Comments (0)
Add Comment