Ratusan Nasabah Koperasi Mandiri Lestari Sejahtera Ajukan Keringanan

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

CILACAP — Dampak wabah virus corona baru (Covid-19) yang melanda Indonesia juga dirasakan para nasabah Koperasi Mandiri Lestari Sejahtera di Desa Madura, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap. Hingga saat ini tercatat ada 500 lebih anggota yang mengajukan keringanan angsuran ke pihak koperasi.

Manager Usaha dan Modal Mikro, Koperasi Mandiri Lestari Sejahtera, Ery Rahmat Januar mengatakan, dalam pandemi Covid-19 ini, pihak Yayasan Damandiri memang memberikan kebijakan untuk memberikan keringanan kepada para nasabah. Hanya saja, nasabah perlu untuk memberitahukan terlebih dahulu kepada koperasi, jika memang usahanya terdampak dan tidak bisa membayar angsuran.

“Kalau sampai akhir bulan Maret kemarin ada 79 nasabah yang mengajukan keringanan, namun dampak Covid-19 meluas dan sampai dengan pertengahan April ini, sudah ada 500 lebih nasabah yang mengajukan,” jelas Ery Rahmat, Rabu (15/4/2020).

Kebijakan keringanan angsuran yang diberikan bervariasi, tergantung pada seberapa besar usaha mereka terdampak Covid-19. Mulai dari hanya membayarkan bunga pinjaman yang nilainya sangat kecil hingga diperbolehkan untuk tidak mengangsur.

“Jadi kita lihat dulu, seberapa besar mereka terdampak, jika masih bisa berjualan, namun hasilnya menurun, bisa tetap mengangsur semampunya. Jika terdampak total, sampai tidak mempunyai penghasilan, bisa dibebaskan dari angsuran,” tuturnya.

Menurut Ery Rahmat, dampak Covid-19 mulai terasa sejak pertengahan Maret, namun masyarakat di Desa Madura masih bisa melakukan aktivitas. Memasuki April ini, dampak Covid-19 semakin parah, dimana warga harus mengurangi aktivitas di luar. Akibatnya banyak industri di Cilacap yang tutup, seperti pabrik kayu, industri konveksi dan sebagainya.

Bagi nasabah Koperasi Mandiri Lestari Sejahtera, dampak Covid-19 juga sangat terasa. Beberapa usaha mereka mengalami penurunan omset dan ada juga yang tidak bisa lagi berjualan. Termasuk nasabah dari para petani.

Salah satu petani buah pepaya yang menjadi nasabah koperasi binaan Yayasan Damandiri, Priyadi mengatakan, selama ini hasil pepaya dijual hingga keluar kota, pengiriman paling banyak ke Bandung.

“Sekarang hanya bisa jual pepaya di pasar lokal, itupun sangat terbatas dan harga jualnya jauh lebih murah, dibanding dengan saya jual ke Bandung. Sehingga pendapatan turun dratis,” tuturnya.

Untuk pasar tradisional di Kecamatan Wanareja saja sudah sangat sepi. Pasar yang biasanya beropersi hingga menjelag sore hari tersebut, sekarang menjelang siang sudah tutup.

Priyadi sendiri mempunyai pinjaman Rp 12 juta ke Koperasi Mandiri Lestaeri Sejahtera dan pinjaman tersebut sudah berlangsung selama tiga bulan lebih. Selama ini angsuran lancar, namun wabah Covid-19 ini, membuat ia harus mengajukan keringanan cicilan ke pihak koperasi.

CilacapDesa MaduraKoperasi Mandiri Lestari SejahteraWanarejayayasan damandiri
Comments (0)
Add Comment