Taman Buah Mekarsari Siapkan Lahan Melon di Kebun

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BOGOR – Taman Buah Mekarsari sudah mempersiapkan lahan penanaman melon di kebun. Hal ini, didasarkan pada mulai berkurangnya curah hujan di daerah Bogor. Selain untuk kebutuhan penjualan, lahan penanaman melon di kebun ini akan menjadi sarana edukasi bagi pengunjung.

Staf R&D Taman Buah Mekarsari, Danu Sabda, menyatakan, tanaman melon tidak menyukai tanah yang terlalu basah. Sehingga, waktu mendekati musim kemarau adalah waktu yang tepat untuk memulai menanam tanaman melon.

“Penanaman di lahan kebun ini, merupakan salah satu cara penanaman melon yang biasanya kita gunakan untuk para petani. Karena, kalau harus menggunakan green house, itu anggaran di awalnya terlalu besar. Takutnya memberatkan para petani,” kata Danu saat ditemui di pengolahan lahan di area Blok B Taman Buah Mekarsari, Minggu (26/4/2020).

Ia menyatakan, bahwa menggunakan green house memang memiliki keuntungan dibandingkan menanam di lahan.

“Misalnya, tanaman melon yang di green house itu akan lebih terlindungi dari hama penyakit. Suhu dalam green house pun dapat kita atur. Dan tidak perlu ada pengolahan lahan untuk yang di green house,” ujarnya.

Sementara, penanaman di lahan kebun selain membutuhkan waktu untuk pengolahan, juga memiliki risiko lebih tinggi terserang hama penyakit.

“Tapi, ini adalah upaya yang kita lakukan selama ini untuk para petani. Contohnya di Cilacap. Kalau nanti setelah beberapa kali pemanenan mereka mau membangun green house ya silakan. Yang penting, mereka tidak berat di modal awal,” kata Danu lebih lanjut.

Untuk mengatasi masalah hama, gulma dan menjaga kelembaban tanah, Danu menyebutkan, lahan yang sudah diolah nanti akan ditutupi oleh mulsa (MPHP).

Proses pembajakan lahan melon menggunakan hand tractor di Blok B Taman Buah Mekarsari, Minggu (26/4/2020) – Foto: Ranny Supusepa

“Pertama lahan ini kan diolah menggunakan hand tractor. Setelah dilakukan penghalusan, maka dibuat bedengan berukuran lebar 120 cm dan tinggi 30 cm, dengan ukuran parit 60 cm. Lalu, tanah lahan ini akan diberikan kapur pertanian dan pupuk kandang. Dalam satu bedeng akan ada dua baris tanaman melon, dengan ruang tanam 60 x 60 cm. Setelah itu, baru kita tutup dengan mulsa,” paparnya.

Pemilihan ukuran parit 60 cm, menurutnya, adalah selain memudahkan untuk orang yang melakukan perawatan tanaman melon, juga berfungsi untuk mengalirkan air.

“Melon ini kan tidak boleh kering, tidak boleh basah juga. Jadi untuk memastikan kecukupan air dan unsur hara, kita akan mengalirkan air di paritnya. Nanti akar serabut dari melon akan menyerap tanpa tanah bedengnya terkena air,” ujar Danu.

Marketing Communication Taman Buah Mekarsari, Firman Setiawan, menyebutkan, alasan penanaman melon di lahan ini sepenuhnya untuk kebutuhan pelanggan Taman Buah Mekarsari.

Lahan yang sudah ada bedengan berukuran lebar 120 cm dan tinggi 30 cm, siap untuk ditabur bibit melon di Taman Buah Mekarsari Blok B, Minggu (26/4/2020) – Foto: Ranny Supusepa

“Dari evaluasi penjualan online dan transaksi di outlet depan Mekarsari yang sudah berjalan, kebutuhan buah panen cukup tinggi terutama untuk melon, sementara green house kita terbatas,” kata Firman.

Karena itu, menurutnya, untuk menutup kebutuhan melon yang selama ini hanya bisa panen seminggu sekali di green house, tim Taman Buah Mekarsari membuka lahan melon di kebun.

“Selain itu, lahan ini juga bisa menjadi salah satu bentuk edukasi kepada para pengunjung yang ingin mencoba menanam melon di kebun. Atau mungkin halaman rumah, kalau memang memungkinkan,” pungkasnya.

bogorBuahJabarkebunmekarsariMelonruangtamantanahtanaman
Comments (0)
Add Comment