UMKM di Banda Aceh Diminta Memproduksi Masker

BANDA ACEH – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Banda Aceh, diminta memproduksi masker. Hal itu untuk mendukung penanganan pandemi virus corona baru (COVID-19) di Kota Serambi Mekkah.

“Saat ini, kondisi sedang terdesak. Stok masker medis terbatas dan pemakaiannya juga hanya sekali pakai,” kata Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, Minggu (5/4/2020).

Ajakan tersebut disampaikan Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh, karena kelangkaan alat penutup mulut dan hidung tersebut di pasaran. UMKM diminta untuk membuat masker berbahan kain, sebagai solusi membantu mencegahan penyebaran Covid-19.

Di tengah kondisi pandemi, hal itu bisa membantu meningkatkan perekonomian warga. “Kami Pemkot Banda Aceh memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM dalam pembuatan masker ini, dalam syarat dan ketentuan berlaku,” kata Aminullah Usman.

Pemkot meminta 50 UMKM beroperasi, dengan kemampuan produksi di tahap awal, 150 lembar masker kain per unit usaha. Bagi pelaku usaha yang berminat, dimintanya segera mendaftar ke Posko Siaga Bersama Pemkot Banda Aceh di Kantor DPRK lama, di lingkungan balai kota setempat pada Senin (6/4/2020).

Syarat dan ketentuan pembuatan masker kain yang telah disepakati bersama oleh Pemkot Banda Aceh, masker dibuat dari bahan kain tebal dua lapis, dengan ukuran 12×20 sentimeter. Panjang tali per sudut 40 sentimeter, serta lapisan sebelah dalam buat lipatan tiga kali.

Dipersyaratkan bagi yang mempunyai izin UMKM, jumlah yang dibuat maksimal 150 masker per UMKM, dengan harga Rp15.000 per lembar, sedangkan pembayaran diberikan usai pembuatan dan dapat diterima panitia. Tempat pendaftaran di posko siaga bersama Pemkot Banda Aceh, dengan masa pembuatan selama sepekan sejak hari pertama pendaftaran. “Pendaftaran dimulai dari 6 sampai 9 April 2020. Apabila masker tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan, maka panitia berhak menolak,” tegas Wali Kota Aminullah. (Ant)

AcehBanda AcehcoronaCOVID-19Masker KainUMKM
Comments (0)
Add Comment