Manfaatkan Lahan Kosong, Pemkot Denpasar Gagas ‘Urban Farming’

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar mendorong adanya urban farming atau pertanian perkotaan di Kota Denpasar. Bekerjasama dengan Komunitas Smansa Urban Farming (Surfing) memanfaatkan lahan kosong untuk ditanami bibit sayuran dan media tanam di area Pangan Lestari, Kelurahan Sesetan, Denpasar.

Wakil Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menjelaskan, pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan salah satu inovasi  mengajak masyarakat untuk bercocok tanam di rumah dengan memanfaatkan lahan yang tersedia mengingat saat ini dalam situasi pandemi covid-19. Sehingga diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mandiri dalam pengadaan bahan pangan sehari-hari dan dapat memanfaatkan pekarangan yang ada di rumah dengan maksimal.

Wakil Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, dijumpai Senin (4/5/2020). -Foto: Sultan Anshori

Dikatakan, Pemkot Denpasar sangat mendukung dan mendorong adanya peran pihak swasta dalam memberikan inovasi di bidang pertanian di Kota Denpasar. Hal ini lantaran lahan pertanian yang berada di Kota Denpasar jumlahnya terbatas. Maka dari itu sangat diperlukan inovasi dan pemanfaatan teknologi dalam bidang pertanian seperti halnya urban farming.

“Adanya inovasi dari semua pihak seperti swasta atau stakeholder lainnya ini tentu sangat membantu Pemkot Denpasar. Sehingga dapat mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang berada di pekarangan secara maksimal,” ujarnya, Senin (4/5/2020).

Jaya Negara menegaskan, dalam situasi pandemi covid-19 saat ini, semua sektor usaha mengalami guncangan hebat dengan adanya sistem urban farming  tentu sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan minimal dapat mengurangi pengeluaran belanja untuk kebutuhan dapur.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Koordinator Pekarangan Pangan Lestari Smansa Urban Farming (Surfing), I Gede Dedi Kusuma Antara, mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan yang sebelumnya dalam rangka membantu penanganan dampak ekonomi covid-19.

Urban farming ini merupakan konsep pemindahan pertanian konvensional ke pertanian perkotaan mengingat saat ini berkurang lahan pertanian di perkotaan, khususnya di Kota Denpasar,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, ada pun tanaman yang ditanam dalam pekarangan seperti cabai, terong, tomat, bayam, kangkung, dan Pare. Tidak hanya tanaman, juga terdapat beberapa kolam pembudidayaan ikan Lele.

Kegiatan seperti ini yang ingin ditularkan kepada masyarakat untuk bisa memanfaatkan lahan pekarangan yang terbatas agar bisa ditanami beberapa komoditi pertanian. Membantu meringankan ekonomi keluarga dan ke depan bisa diselaraskan antara pembangunan sektor pariwisata dengan pembangunan sektor pertanian.

“Untuk itu kami komunitas Smansa Urban Farming (Surfing) membuat percontohan perkebunan yang bisa ditiru oleh masyarakat,” tandas Dedi Kusuma.

BaliCovidtanamanterongUrban
Comments (0)
Add Comment