Distan: Lima Hektare Tanaman Cabai di Mukomuko Terserang Jamur

MUKOMUKO — Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu menyebutkan sekurangnya lima hektare tanaman cabai merah di Kelurahan Koto Jaya yang terserang jamur, dan sekitar 20 persen dari luas tanaman cabai itu telah rusak.

“Sekitar 20 persen dari seluas lima hektare tanaman cabai merah milik masyarakat petani tersebut yang busuk akibat terserang jamur,” kata Kasi Proteksi Tanaman Pangan dan Hortukultura Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko Wal Asri di Mukomuko, Minggu.

Ia mengatakan hal itu usai memberikan bantuan pestisida berupa insektisida, fungisida dan furadan untuk mengatasi jamur yang menyerang tanaman cabai merah milik Kelompok Tani Maju Mandiri Kelurahan Koto Jaya, Kecamatan Kota Mukomuko.

Dinas Pertanian setempat memberikan bantuan tersebut menindaklanjuti usulan permohonan bantuan obat-obatan untuk mengatasi hama dan penyakit yang menyerang tanaman cabai merah milik Kelompok Tani Maju Mandiri Kelurahan Koto Jaya, Kecamatan Kota Mukomuko.

Ia menyebutan, instansinya memberikan bantuan pestisida berupa insektisida sebanyak 1,3 liter, fungisida sebanyak 600 gram dan furadan yang berfungsi untuk tanah sebanyak 20 kilogram.

Ia mengatakan, instansinya memberikan bantuan pestisida tersebut untuk mencegah jangan sampai jamur yang merusak tanaman cabai merah milik masyarakat petani di wilayah menyebar ke tanaman holtikultura lainnya.

Selain itu, ia mengatakan, instansinya memberikan bantuan tersebut untuk mensukseskan produkfitas tanaman cabai merah dan tanaman holtikultura lainnya di daerah tersebut.

“Kita ingin mensukseskan produktifitas tanaman holtikuktura khususnya cabai merah di wilayah ini, selain itu untuk meningkatkan produksi tanaman cabai merah di wilayah ini,” ujarnya pula.

Ia berharap, bantuan pestisida ini bisa membantu mengatasi jamur atau berbaagai hama dan penyakit yang menyerang tanaman cabai merah milik kelompok tani di wilayah Kelurahan Koto Jaya, Kecamatan Kota Mukomuko. [Ant]

Bengkulumukomuko
Comments (0)
Add Comment