Inovasi Pemberian Pupuk, Kunci DCML Trirenggo Tingkatkan Panen Kedelai Edamame

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Inovasi dalam hal pemberian pupuk, menjadi salah satu kunci keberhasilan para petani di Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML), Trirenggo, Bantul, dalam meningkatkan hasil panen kedelai edamame pada uji coba penanaman tahap kedua komoditas kedelai asal Jepang tersebut, awal Juni ini.

Manajer Umum KUD Gemah Ripah sekaligus Ketua Gapoktan Trirenggo, Bantul, Ambyah, yang merupakan penggerak penanaman komoditas kedelai edamame, mengaku, menggunakan formula pupuk khusus pada uji coba kedua ini.

Penggunaan formula pupuk yang telah disesuaikan sedemikian rupa ini, terbukti mampu meningkatkan hasil panen hingga 30 persen.

“Pada uji coba pertama memang kita masih belum begitu berpengalaman, dimana masih menggunakan formula pupuk seadanya. Namun pada uji coba kedua ini kita sudah membuat formula pupuk baru yang dibuat sedemikian rupa sehingga membuat batang pohon bisa menghasilkan kedelai dalam jumlah lebih banyak,” ungkapnya, belum lama ini.

Dikatakan, penggunaan formula pupuk baru mampu membuat batang pohon yang semula tumbuh meninggi dengan pertumbuhan buah yang menyebar dan jarang, menjadi sedikit lebih pendek. Meski begitu pertumbuhan buah bisa menjadi lebih lebat dan menggerombol sehingga jumlahnya pun bisa lebih banyak.

“Kalau dulu kan pohon tumbuh meninggi. Ruas-ruas batang panjang dan buahnya menyebar serta jarang. Sekarang pohon tidak tumbuh terlalu meninggi. Ruas batangnya pendek, namun buah tumbuh menggerombol lebat dalam jumlah banyak,” ungkapnya.

Formula yang dimaksudkan sendiri adalah penggunaan beberapa jenis pupuk yang dicampur lalu kemudian difermentasi selama 24 jam.

Formula pupuk dalam bentuk cair ini kemudian diberikan ke tanaman dengan sistem kocor beberapa kali pasca-tanam. Selain pemberian formula pupuk cair ini, sebelumnya petani juga memberikan pupuk dasar saat awal tanam.

“Kalau dulu kita hanya memakai dua jenis pupuk. Tapi sekarang ada beberapa macam, seperti Urea, Za, Sp36, Siritek, hingga Aska Prima. Bahkan ada juga campuran kentang yang difermentasi 24 jam ke dalam campuran pupuk tersebut. Hasilnya adalah pupuk cair yang diberikan dengan sistem kocor,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, KUD Gemah Ripah, Trirenggo, Bantul yang merupakan koperasi binaan Yayasan Damandiri, sejak beberapa waktu terakhir aktif menggalakkan penanaman komoditas kedelai asal Jepang edamame untuk meningkatkan pendapatan petani. Dari  dua kali uji coba penanaman, para petani mampu mendapatkan hasil berlipat.

Dimana dari lahan demplot sekitar 1 hektare, petani mampu menghasilkan sedikitnya 10 ton kedelai dengan harga jual Rp8 ribu per kilogram. Jumlah tersebut meningkat sekitar 30 persen pada proses uji coba tahap kedua. Dimana dari luasan lahan yang sama petani mampu menghasilkan kedelai hingga mencapai 12-12,5 ton.

#InovasiCerdasDamandiriDesaformulaKedelaiKoperasiLestariMandiriPupukYayasanYogyakarta
Comments (0)
Add Comment