Kawasan Konservasi Penyu di Pulau Pandan, Indah

Editor: Koko Triarko

PADANG – Objek wisata Pulau Pandan yang berada di kawasan Kota Padang, Sumatra Barat, keindahannya sungguh mempesona. Pasir pantai yang putih dan air lautnya jernih.  Secara administrasi, Pulau Pandan terletak di Kecamatan Padang Barat, Kota Padang. Pulau Pandan ini selain merupakan objek wisata, juga merupakan kawasan konservasi penyu. 

Setiap pengunjung yang datang ke Pulau Pandan, biasanya lebih suka melakukan menyelam dan melihat penakaran penyu. Jarak pulau ini pun tidak terlalu jauh, tapi dalam kondisi wabah Covid-19 ini, pengunjung tetap diingatkan menggunakan masker.

Keindahan Pulau Pandan telah dilihat langsung oleh Novear. Dikatakannya, Pulau Pandan benar-benarsebuah pulau yang dapat menghipnotis mata. Pantai yang bersih, ombaknya landai, serta suasana yang begitu tenang, membuat hati terasa bahagia saat berada di Pulau Pandan.

“Saat baru pertama kali ke Pulau Pandan. Selama ini saya mendengar nama Pulau Pandan ini dari pantunnya orang Minang. Ternyata, Pulau Pandan benar-benar mengagumkan,” katanya, Minggu (28/6/2020).

Wakil Gubernur Sumatra Barat Nasrul Abit saat berada di kawasan konservasi penyu di Pulau Pandan, Padang, Minggu (28/6/2020)/ Foto: M. Noli Hendra

Ia menyebutkan, hal yang dilakukannya selama di Pulau Pandan itu melihat penakaran penyu, memancing dengan style liburan, dan yang tidak ketinggalan mengabadikan keindahan Pulau Pandan dengan cara berfoto.

Novear mengatakan, salah satu kendala untuk bisa menjangkau Pulau Pandan ialah transportasi, seperti kapal belum tersedia, di mana dapat dipersiapkan untuk mengangkut penumpang dari Padang menuju Pulau Pandan.

“Saya tadi ke sini bareng Pemprov Sumatra Barat, yang kebetulan melihat kondisi Pulau Pandan di era new normal. Saya merasa sangat beruntung bisa menginjakkan kaki ke Pulau Pandan ini,” sebutnya.

Ia berharap, jika nanti pemerintah telah menyediakan transportasi yang memadai, akan membawa sahabat dan keluarga untuk berlibur ke Pulau Pandan. Jika bisa, melakukan camping, sehingga bisa menikmati suasana sunset di Pulau Pandan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatra Barat, Nasrul Abit, mengatakan, objek wisata Pulau Pandan perlu dipastikan dalam kondisi Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid 19 (TNB-PAC19) ini. Sebab, kini sejumlah objek wisata telah di buka dengan ketentuan patuh protokol kesehatan Covid-19.

“Di Pulau Pandan yang indah dan eksotis ini ada tempat penetasan telur penyu, dengan memiliki lima jenis penyu langka. Karena memang tempat ini adalah konservasi penyu,” ujarnya.

Nasrul menjelaskan, Pulau Pandan merupakan wisata laut baru dibangun yang kerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan Loka KKPN Pekanbaru Ditjen PRL – KKP RI, yang memiliki luas 36.000 hektare, yang terdiri dari lima pulau.

“Di pulau ini selain penyu, kita juga bisa menyaksikan atraksi ribuan lumba-lumba. Ada lagi ikan paus yang sekali-kali mereka muncul ke permukaan laut,” katanya lagi.

Ia berharap, mudah-mudahan dengan adanya pengembangan taman laut di Pulau Pandan, Pariwisata Sumatra Barat akan lebih baik lagi pada masa depan. Untuk itu, Wagub mengajak wisatawan untuk melihat langsung Pulau Pandan.

“Keunikan objek wisata sampai sekarang masih perlu menjadi prioritas utama untuk dibenahi, di samping faktor keamanan, kenyamanan, dan layanan informasi,” sebutnya.

Untuk itu, Nasrul menyampaikan peran Dinas Pariwisata Sumatra Barat perlu membenahi objek wisata yang ada di wilayah masing-masing, terutama yang memiliki potensi daya tarik bagi wisatawan sangat diperlukan.

Ia mencontohkan, wisata laut Pulau Pandan yang memiliki daya tarik luar biasa untuk dijual kepada wisatawan. Kurangnya promosi dan sarana transportasi masih menjadi kendala utama, sehingga Pulau Pandan banyak masyarakat belum mengetahuinya.

konservasipadangPandanpenyuPulauSumbar
Comments (0)
Add Comment