Kepedulian Yayasan Damandiri tak Sekadar Retorika

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Yayasan Damandiri sangat concern terhadap pemberdayaan warga kurang mampu melalui berbagai program, salah satu yang menonjol adalah koperasi. Yayasan besutan Presiden Kedua RI, HM Soeharto ini, bercita-cita untuk mengangkat perekonomian warga desa melalui koperasi.

“Ketua Yayasan Damandiri Pak Subiakto Tjakrawerdaja selalu menekankan bahwa warga kurang mampu mempunyai hak untuk memperbaiki ekonomi menjadi lebih baik. Kita berkewajiban untuk membukakan jalan bagi mereka yang mau bekerja keras,” kata Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopinda) Kabupaten Banyumas, Muhammad Arsad Dalimunte, Minggu (28/6/2020).

Menurutnya, sampai saat ini, Subiakto masih berkeyakinan bahwa orang miskin bisa menjadi sejahtera melalui treatment edukatif dan motivasi yang polanya selalu terbarukan dan disesuaikan dengan perkembangan zaman.

Tak pelak lagi, program-program Yayasan Damandiri yang dipimpin beliau begitu gencar mengoptimalkan  pemberdayaan orang miskin, khususnya di pedesaan.

“Tidak hanya memberikan pendidikan ekonomi, tetapi juga mengalokasikan sejumlah sumber daya materiil agar terbangun aktivitas produktif yang mensejahterakan hidup orang-orang miskin. Jadi kepedulian Yayasan Damandiri memang tidak hanya retorika semata,” tuturnya.

Lebih lanjut Arsad mengatakan, Subiakto adalah seorang pribadi yang visioner. Keterbukaan beliau terhadap pemikiran dan hal-hal baru, kemajuan IPTEK misalnya, mendorong beliau menantang generasi muda agar berani berinovasi dan mengembangkan kreasi.

Lebih dari itu, beliau juga memberi teladan dalam hal cara berpikir dan menuangkan ide yang tidak pernah habis. Arsad mengakui, kerap kewalahan melayani ide dan gagasan beliau yang selalu terbarukan.

Di Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Cilongok, Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas misalnya, berbagai unit usaha untuk memakmurkan ekonomi masyarakat desa sudah dibangun. Mulai dari pengolahan gula kristal, ternak kambing, budidaya lele, hingga penanaman vanili, terong jepang serta pengolahan kotoran kambing menjadi biogas.

Seluruh unit usaha tersebut berada dalam satu kawasan yang diberi nama Dapur Komunal. Kepala Pengelola Dapur Komunal Gula, Tri Riyanto, mengatakan, cukup banyak warga sekitar yang diberdayakan untuk bekerja di Dapur Komunal sesuai dengan keahlian dan bidangnya.

Misalnya yang petani, bekerja memelihara tanaman vanili, terong jepang serta tanaman singkong. Kemudian ada juga yang bagian mengolah gula kelapa menjadi gula kristal, serta beternak kambing saanen dan lele.

“Masing-masing unit usaha bisa merekrut tenaga lokal antara 3-4 orang,” tuturnya.

#InovasiCerdasDamandiriDesaJatengKambingKoperasikreasiLestariMandirimiskinsoehartoternakYayasan
Comments (0)
Add Comment