Menuju ‘New Normal’ TMII Prioritaskan Wahana Out Door

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Taman Mini Indonesia Indah (TMII) bersiap menyambut tatanan hidup baru atau new normal dengan memprioritaskan wahana terbuka atau out door dan juga pembatasan pengunjung saat TMII beroperasi kembali.

Ketua Tim Protokol dan Pencegahan Covid-19 TMII, Diono, menjelaskan, persiapan TMII menuju new normal dengan selalu mengedepankan tertib administrasi.

Petugas pintu TMII sedang mengukur suhu tubuh pengunjung TMII sebelum masuk. Ini merupakan simulasi protokol kesehatan TMII yang digelar di pintu utama TMII, Jakarta, Kamis (4/6/2020). Foto: Sri Sugiarti.

“Kita menyelenggarakan kegiatan simulasi dalam rangka untuk memohon izin juga kepada pemerintah daerah maupun pusat termasuk pada Yayasan Harapan Kita (YHK) mohon izin untuk buka operasional TMII, di saat era new normal ini. Kita menunggu izin itu,” ujar Diono kepada Cendana News ditemui di sela-sela simulasi protokol kesehatan persiapan TMII buka kembali di pintu utama TMII, Jakarta, Kamis (4/6/2020).

Jika sudah mendapat izin TMII operasional kembali, maka jelas dia, pada pembukaan tahap pertama, yang dimungkinkan untuk dibuka adalah wahana terbuka atau outdoor. Seperti anjungan daerah, museum, Taman Burung, Taman Reptil, Dunia Air Tawar, dan kereta gantung.

“Tahap pertama yang sudah boleh buka itu adalah wahana yang terkait dengan outdoor. Karena kan Dinas Pariwisata juga mengatakan, bahwa outdoor itu sangat dimungkinkan untuk dibuka karena masih bisa jaga jarak,” ungkapnya.

Sedangkan tahap kedua, yang akan dibuka adalah gedung-gedung seperti Sasono Utomo, Sasono Langen Budoyo, Sasono Adhiguno, Graha Wisata, Desa Wisata, Teater Imax Keong Emas, dan lainnya.

Ketiga, adalah yang terkait dengan transportasi ada pembatasan juga. Ketika kapasitas kereta api mini itu ada 50 orang, maka pengelolanya harus menerapkan pembatasan penumpang di kursi tempat duduk kereta mini tersebut.

Begitu juga dengan kereta gantung yang biasanya dinaiki oleh 4 penumpang, dibatasi hanya 2 orang saja. Demikian juga dengan aeromovel dan mobil wisata nusantara, ada pembatasan penumpang.

Dalam hal mematuhi protokol kesehatan juga terkait mempromosikan TMII dalam rangka untuk pengembangan dan pelestarian budaya, maka jelas dia, pelaksanaan kegiatan budaya juga tidak boleh langsung, tapi bentuknya virtual.

“Karena ini untuk menjaga supaya tidak ada kerumunan,” ujarnya.

Karena menurutnya, konsekuensi operasional TMII itu tentu harus benar-benar mengacu kepada protokol kesehatan.

“Ada tiga prinsip yang harus kita lakukan adalah bagi para pengunjung, kita imbau senantiasa menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak saat berkunjung ke TMII,” katanya.

Selain itu, setiap pengunjung TMII juga akan diukur suhu tubuh oleh petugas pintu gerbang masuk. Begitu juga saat mereka akan berkunjung ke unit-unit atau wahana yang ada di TMII, kembali akan diukur suhu tubuhnya.

Jika didapati suhu tubuhnya di atas 37 derajat celsius, maka pengunjung akan segera dibawa ke ruang isolasi yang telah disediakan TMII.

“Tempat isolasi telah disiapkan untuk proteksi terhadap Covid-19. Dan guna mencegah hal yang tak diinginkan, kita juga bekerjasama dengan RS Cipayung dan Ridwan Meuraksa,” imbuhnya.

Dia menegaskan, bahwa petugas TMII juga harus mematuhi protokol kesehatan, mereka juga tetap harus diukur suhu tubuhnya, dan tetap memakai masker, jaga jarak, mencuci tangan dalam setiap usai kegiatan.

“Petugas dan pengunjung juga harus benar-benar mematuhi protokol kesehatan di TMII,” paparnya.

Ketika TMII melaksanakan kegiatan new normal tetap membatasi pengunjung. “Tidak 100 persen pengunjung masuk ke TMII, tetapi hanya 50 persen. Kalau hari Minggu itu bisa mencapai 30 ribu pengunjung, kita batasi hanya 15 ribu. Kalau hari biasa kita batasi 3000 pengunjung. Pembatasan jumlah ini dihitung dari pintu masuk oleh petugas,” urainya.

Pembatasan pengunjung ini juga berlaku untuk semua unit yang ada di TMII, seperti anjungan, museum dan wahana rekreasi.

Adapun jam operasional terjadwal dari pukul 08.00-16.00 WIB. Sedangkan sebelumnya yakni terhitung dari pukul 06.00-22.00 WIB. “New normal, jam operasional juga dibatasi,” ujarnya.

Menurutnya, semua upaya ini dilakukan dalam rangka mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Manajemen TMII dengan satgasnya juga akan senantiasa mengingatkan para pengunjung untuk jaga jarak dalam melaksanakan kegiatan di TMII.

“Upaya ini agar kesehatan dan protokol kesehatan di TMII tetap terjaga,” tandas Diono yang juga menjabat Manajer Koordinator Unit Usaha TMII.

Diono berharap pandemi Covid-19 segera berakhir, sehingga pihaknya bisa memulihkan kembali Sapta Pesona TMII.

Bahwa TMII itu bersih, sehat, tertib, nyaman, ramah, dan aman  selalu memberikan keindahan tentang alam dan ragam budaya Indonesia.

New normal ini, kita pulihkan kembali Sapta Pesona TMII, kita tingkatkan lagi pengunjungnya di tahun mendatang,” tutupnya.

CovidJakartapengunjungprotokoltamanTaman Mini Indonesia IndahTMIIwahana
Comments (0)
Add Comment