New Normal, Perajin Telur Asin Kembali Berjualan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

CILACAP — Pemberlakuan new normal, membawa angin segar bagi Misdi, perajin telur asin di Dusun Babakan, Desa Madura, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap. Nasabah dari KUD Mandiri Lestari Sejahtera Madura ini sudah mulai berjualan dan telur asinnya laris-manis di pasar.

“Sudah tiga hari ini mulai berjualan dan setiap hari bisa menjual telur sekitar 400 butir, kelihatannya kondisi sudah berangsur normal,” tuturnya, Sabtu (6/6/2020).

Pada minggu ketiga bulan Mei lalu, Misdi sempat berhenti berjualan karena sepi pembeli. Telur asin yang dititipkan ke warung-warung tidak laku. Ia baru mulai berjualan tiga hari lalu. Sekitar tiga minggu tidak menikmati telur asin, para pelanggannya langsung memborong.

Hanya saja, karena keterbatasan produksi telur asin, Misdi belum bisa memenuhi semua warung yang biasa dititipi telur. Baru sekitar 20 warung yang ia mulai titipi telur asin. Padahal jumlah warung langgannya sampai sekitar 200.

“Ya bertahap kirim telur asinnya, dalam satu hari paling saya baru bisa muter sekitar 20 warung,” katanya.

Dengan mulainya berjualan telur asin dan laris-manis ini, Misdi mengaku sangat bersyukur. Ia bertekad untuk menyisihkan sebagian penghasilannya guna membayar angsuran pinjaman Modal Kita di KUD Mandiri Lestari Sejahtera.

Setiap bulannya Misdi harus membayar angsuran pinjaman Modal Kita Rp 302.000. Selama ini angsuran pinjaman berjalan lancar dan baru mulai bulan April 2020, ia tidak bisa membayar.

“Mudah-mudahan dengan mulainya berjualan dan telur asin kembali laku, saya bisa menyisihkan pendapatan untuk membayar angsuran, karena sudah dua bulan menunggak,” kata Misdi.

Sementara itu, istri Misdi, Ibu Tumini mengatakan, setiap hari ia membantu suaminya untuk membuat telur asin. Pembuatan cukup memakan waktu, karena itu ia harus memperbanyak stok telur bebek. Untuk pembuatannya, pertama telur bebek dicuci bersih, kemudian dibalut dengan adonan batu bata yang sudah dihaluskan dan ditambah dengan garam. Perendaman dengan batu bata ini memakan waktu hingga 15 hari. Setelah itu, telur kembali dicuci bersih dan dikukus selama kurang lebih 3 jam.

“Sebelum ramai virus corona, kita biasa memproduksi sampai 2.000 telur asin per hari, semoga saja keadaan cepat kembali normal,” harap ibu tiga anak ini.

CilacapKUD Mandiri Lestari SejahteraWanarejayayasan damandiri
Comments (0)
Add Comment