Pandemi Corona Turunkan Akseptor KB di Kubu Raya

PONTIANAK – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3KB) Kabupaten Kubu Raya mengatakan kunjungan akseptor KB ke Puskesmas menurun sebagai dampak pandemi COVID-19.

Plt Kepala DP3KB Kabupaten Kubu Raya, Dyah Tut Wuri Handayani, di Sungai Raya, Selasa, mengatakan turunnya kunjungan akseptor KB itu karena kemungkinan masyarakat yang ingin pelayanan KB merasa khawatir akan terpapar virus corona.

“Untuk mengatasi hal itu, kami melakukan pelayanan KB jemput bola dan jadwal rutin, serta pada peringatan Harganas ke-27 ini kami bersama BKKBN Kalbar melakukan pelayanan KB gratis yang mendapat respon baik dari masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan untuk pelayanan KB gratis itu sudah dilakukan selama dua hari ini, dengan target pelayanan sebanyak 634 akseptor.

“Selama ini, usaha kami dalam melakukan pelayanan KB selalu mendapat dukungan pemerintah desa, PKB dan Petugas Lapangan KB yang melakukan pendataan ber-KB. Untuk lebih mengintensifkannya kami juga melakukan kerja sama dengan Dinas Kesehatan dan semua pihak lainnya,” katanya.

Menurut dia, kerja sama semua pihak, khususnya dari BKKBN Kalbar ini sangat penting dilakukan untuk mencapai peningkatan cakupan penggunaan KB di masa depan terutama untuk penggunaan Metode Kontrasepi Jangka Panjang (MKJP).

“Dari data yang tercatat peserta KB di Kabupaten Kubu Raya hingga saat ini sekitar 66 persen, sisanya 34 persen adalah pasangan usia subur yang memang ingin  hamil dan  pasangan yang tidak bisa hamil lagi,” ujarnya.

Sementara itu, untuk beralih mengunakan MKJP, para akseptor masih kerja keras semua pihak untuk memberikan motivasi, karena hingga saat ini, penggunaan kontrasepsi masih didominasi oleh suntik sekitar 40 persen yang diikuti dengan pil.

“Makanya kami mendorong agar para akseptor di Kubu Raya ini menggunakan MKJP, misalnya KB implan dan IUD,” kata Dyah. (Ant)

AkseptorimplanKalbarKB
Comments (0)
Add Comment