Pelihara Ikan Hias Hobi Edukatif di Sela Waktu Belajar

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Kebijakan belajar dari rumah selama masa pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) di Lampung Selatan, membuat sebagian masyarakat melakukan kegiatan kreatif. Memelihara ikan hias dengan media akuarium, kolam dan media aquascape pun menjadi pilihan.

Bernadus, salah satu warga Teluk Betung, Bandar Lampung, menyebut memelihara ikan hias menjadi alternatif kegiatan edukatif dan rekreatif. Memiliki dua anak laki-laki yang duduk di bangku SD, memelihara ikan hias telah ditanamkan sejak dini.

Ia mengedukasi anaknya untuk memiliki tanggungjawab, disiplin dalam memelihara ikan. Penggunaan akuarium, toples dan kolam bak semen membuat ia bisa melatih anak-anaknya menjaga agar ikan bisa berkembang dengan baik.

Bernadus (kanan) melihat ikan koji yang akan dipelihara di rumahnya sebagai penghias kolam yang ada di dalam rumah pengisi kegiatan selama anak belajar di rumah, Kamis (11/6/2020). -Foto: Henk Widi

Jenis ikan yang dipelihara untuk anak-anak, meliputi cupang, mas koki, gupy, louhan. Selain itu, ia memelihara ikan jenis nila, lele dan gurami pada kolam semen. Selama masa belajar dari rumah, memelihara ikan menjadi kegiatan untuk menghilangkan kebosanan. Sebab, selain belajar menggunakan sistem online, bisa diselingi dengan memelihara ikan hias.

“Hobi memelihara ikan hias selain bisa mengedukasi anak, jenis-jenis ikan, pakan, cara merawat sekaligus menanamkan rasa tanggungjawab, karena saya berikan tugas untuk memberi makan sesuai jadwal dan memelihara kolam dan akuarium,” terang Bernardus, saat ditemui Cendana News, Kamis (12/6/2020).

Memiliki beberapa jenis ikan, membuat ia masih ingin menambah jenisnya. Ia kerap datang ke kios penjualan ikan hias sekaligus untuk membeli pakan, alat penyaring air atau filter, serta peralatan budi daya ikan hias. Datang ke kios mengajak serta sang anak, sekaligus untuk belajar merawat ikan secara benar, terutama dalam pengaturan sirkulasi air memakai spinkler.

Bernardus menyebut, hobi membeli, memelihara ikan hias menjadi edukasi bagi anak-anak. Sebab, saat ini anak-anak cenderung dominan memilih bermain game online. Selain berimbas ketergantungan, penggunaan kuota internet berimbas biaya pengeluaran membengkak dalam waktu singkat. Pilihan memelihara ikan hias bisa mengajarkan sang anak mengatur waktu dan mendisiplinkan diri.

“Waktu pembersihan kolam, akuarium dibuat terjadwal pengisi waktu luang sembari belajar dari rumah,” terangnya.

Berbagai jenis ikan hias, menurutnya bisa dibeli mulai harga Rp2.000 hingga jutaan rupiah. Namun pada tahap awal anak-anaknya dilatih untuk merawat ikan dengan harga murah. Mengedukasi anak untuk memelihara ikan hias, sekaligus menjadi cara untuk mencintai makhluk hidup. Berbagai jenis ikan tersebut membuat suasana rumah terlihat damai dan tenang.

Christeva, pelajar SMP yang menyukai memelihara ikan hias mengaku memilih ikan cupang. Ikan dengan ciri khas warna cerah pada bagian sisik dipelihara pada toples bening. Memelihara ikan cupang, menurutnya menjadi pengisi waktu luang selama masa belajar dari rumah. Saat bosan melakukan proses belajar, memelihara ikan hias menjadi kegiatan rekreatif.

“Kalau sudah bosan dengan rutinitas belajar dari rumah, memberi makan, melihat warna ikan cupang bisa menghilangkan kejenuhan,” cetusnya.

Ikan hias jenis cupang, bisa dipelihara di dalam toples. Ia bahkan kerap membawanya ke meja belajar. Memelihara ikan cupang, sekaligus menjadi media baginya untuk belajar fotografi. Sebab, warna warni ikan cupang bisa menjadi objek foto menarik yang bisa diunggah di media sosial Instagram. Cara tersebut menjadi cara mempergunakan media sosial untuk hal positif.

Usman, salah satu pedagang ikan hias di jalan RE. Martadinata, Teluk Betung, mengaku selama masa pandemi Covid-19, permintaan ikan hias meningkat. Masa belajar dan bekerja dari rumah, menjadi kesempatan masyarakat mengisi dengan kegiatan positif.

Selama masa pandemi Covid-19, rata-rata dalam sehari ia bisa menjual ratusan jenis ikan hias. Paling diminati ikan hias yang dijual jenis mas koki, lemon, gupy, cupang hingga ikan sapu-sapu. Berbagai jenis udang hias juga dijualnya mulai harga Rp2.000 per ekor hingga jutaan. Selain berbagai jenis ikan, ia juga menjual akuarium, pakan dan peralatan memelihara ikan hias.

“Permintaan meningkat, sebab minat masyarakat akan ikan hias justru banyak saat masa bekerja dari rumah,” imbuhnya.

Sebagian pembeli ikan hias mengajak serta sang anak. Meski tidak membeli ikan dan hanya membeli peralatan, ia mengaku anak-anak bisa diajari berbagai jenis ikan. Pada sejumlah akuarium dan juga tempat display, disediakan juga sejumlah buku nama ikan. Berbagai jenis nama ikan lengkap dengan nama ilmiah menjadi cara untuk belajar ilmu biologi dengan cara menyenangkan.

belajarhiashobiikanLampungLamsel
Comments (0)
Add Comment