Warga Pulau Lipang Diminta Melestarikan Penyu dan Meleo

TAHUNA – Warga Pulau Lipang, Kecamatan Kendahe, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara diminta untuk melestarikan penyu dan burung maleo. Kedua satwa tersebut bisa dijadikan objek wisata andalan daerah tersebut.

“Kami minta masyarakat di pulau Lipang ini melestarikan habitat penyu dan burung maleo supaya dijadikan objek wisata,” kata Bupati Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Jabes Ezar Gaghana di Pulau Lipang, Minggu (28/6/2020).

Menurut Bupati, penyu dan burung maleo merupakan satwa yang dilindungi. Sehingga sudah seharusnya dijaga agar tetap berkembang. “Penyu dan burung maleo merupakan kekayaan alam yang langka dan menarik di pulau Lipang ini. Mari kita semua menjaganya dari kepunahan,” kata Bupati.

Bupati Jabes menyebut, ada musim tertentu bagi ke-dua satwa tersebut untuk bertelur. Sehingga masyarakat harus ikut menjaganya, agar telur satwa tersebut jangan sampai diambil. “Mari kita jadikan pulau Lipang ini sebagai daerah wisata alam dan bahari, yang menyuguhkan satwa yang dilindungi yaitu penyu dan burung maleo,” kata Bupati.

Selain itu, di Pulau Lipang yang bisa ditempuh dengan kendaraan laut satu jam dari Tahuna, juga ada hamparan pasir putih yang sangat indah. “Silahkan pemerintah kampung kelola objek wisata ini agar tetap lestari, sehingga menarik dikunjungi oleh wisatawan karena letaknya juga tidak jauh dari Tahuna sebagai ibu kota Kabupaten Sangihe,” tandas Bupati Jabes. (Ant)

burung maleopenyupulai lipangSangiheSulut
Comments (0)
Add Comment